RS M. Djamil Usulkan Percepatan Pembangunan Dormitory ke Pemerintah Pusat
RS M. Djamil terus memperkuat langkah pengembangan infrastruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu agenda strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan gedung dormitory yang akan menjadi bagian penting dalam pengembangan masterplan rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera bagian tengah.
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut rencana pembangunan gedung dormitory yang dirancang sebagai salah satu fasilitas penunjang dalam pengembangan kawasan RS M. Djamil. Kehadiran gedung dormitory diharapkan mampu mendukung kebutuhan akomodasi tenaga kesehatan, peserta pendidikan, serta pihak-pihak yang memiliki aktivitas pelayanan dan pendidikan di lingkungan rumah sakit.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan pembangunan gedung dormitory merupakan bagian dari visi besar pengembangan RS M. Djamil yang tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan medis, tetapi juga pada penyediaan sarana pendukung yang memadai.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan pembangunan gedung dormitory merupakan bagian dari visi besar pengembangan RS M. Djamil yang tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan medis, tetapi juga pada penyediaan sarana pendukung yang memadai.
“Kami terus mendorong pengembangan RS M. Djamil secara menyeluruh melalui masterplan yang telah disusun. Pembangunan gedung dormitory menjadi salah satu kebutuhan strategis untuk mendukung pelayanan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit. Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat terus diperkuat sehingga usulan pembangunan ini dapat diteruskan dan diperjuangkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar Dovy Djanas.
Ia menjelaskan dalam masterplan, gedung dormitory sebenarnya dirancang sebagai fasilitas untuk kegiatan diklat, pengembangan SDM RS M. Djamil, serta akomodasi bagi keluarga pasien. Namun setelah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan, pembangunan gedung dormitory yang semula direncanakan pada tahap ketiga dapat dipercepat untuk dapat mendukung kelancaran pembangunan gedung utama.
“Pada tahap awal pengembangan akan dibangun Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai serta gedung rawat inap Non JKN setinggi lima lantai. Kedua gedung tersebut menjadi proyek prioritas untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan rumah sakit. Namun demikian, proses pembangunan harus dilakukan secara cermat agar pelayanan kepada pasien tidak mengalami gangguan.
Dovy mengungkapkan pembangunan kedua gedung tersebut akan berdampak pada pembongkaran sejumlah ruang rawat inap yang saat ini masih digunakan. Kondisi itu diperkirakan akan mengurangi sekitar 179 tempat tidur dari total sekitar 800 tempat tidur yang dimiliki RS M. Djamil sehingga diperlukan solusi agar kapasitas pelayanan tetap dapat dipertahankan.
Dovy mengungkapkan pembangunan kedua gedung tersebut akan berdampak pada pembongkaran sejumlah ruang rawat inap yang saat ini masih digunakan. Kondisi itu diperkirakan akan mengurangi sekitar 179 tempat tidur dari total sekitar 800 tempat tidur yang dimiliki RS M. Djamil sehingga diperlukan solusi agar kapasitas pelayanan tetap dapat dipertahankan.
“Dengan pembangunan tersebut akan ada ruang rawat inap yang harus didemolisi. Dampaknya sekitar 179 tempat tidur dari total kurang lebih 800 tempat tidur yang kita miliki saat ini. Kondisi ini mengharuskan kita menyediakan pengganti sementara agar kapasitas pelayanan tetap terjaga. Sebagai langkah antisipasi, RS M. Djamil mengusulkan percepatan pembangunan gedung dormitory,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama proses pembangunan Gedung CMU dan gedung rawat inap Non JKN berlangsung, gedung dormitory akan difungsikan sementara sebagai ruang rawat inap sehingga kapasitas tempat tidur yang terdampak pembangunan tetap dapat digantikan. Setelah seluruh pembangunan gedung utama selesai, fungsi dormitory akan dikembalikan sesuai dengan perencanaan awal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, ST, MT menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan gedung dormitory sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pelayanan kesehatan di Sumatera Barat.
“Kami mendukung rencana pembangunan gedung dormitory RS M. Djamil karena fasilitas ini akan memberikan manfaat besar dalam menunjang pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap memfasilitasi serta mengawal usulan ini sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat diperjuangkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan pemerintah pusat, kami berharap rencana ini dapat segera direalisasikan,” kata Ahdiyarsyah.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua juga menyerahkan proposal rencana pembangunan gedung dormitory kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, ST, MT sebagai tindak lanjut dari proses perencanaan dan koordinasi yang telah dilakukan.
Penyerahan proposal tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara RS M. Djamil dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur rumah sakit. Diharapkan, melalui koordinasi yang berkelanjutan serta dukungan pemerintah daerah dalam mengawal usulan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, rencana pembangunan gedung dormitory dapat segera memasuki tahapan berikutnya sehingga mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan RS M. Djamil di masa mendatang. (*)
