Lewat Program 'Padang Rancak', Dinas PUPR Pacu Rekonstruksi Jalan Pasir Jambak
PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu proyek rekonstruksi dan peningkatan Jalan Raya Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah. Proyek infrastruktur di bawah program 'Padang Rancak' ini ditargetkan menjadi jalur mitigasi bencana sekaligus penggerak ekonomi pariwisata bahari.
Menggunakan anggaran tahun 2026 sebesar Rp8.592.848.844,00, proyek sepanjang 2,5 kilometer ini dikerjakan oleh PT Sarana Mitra Saudara dengan pengawasan dari PT Taru Nusantara. Sejak dimulai pada 2 Juni 2026, progres fisik di lapangan kini telah menyentuh angka 50 persen.
"Pekerjaan terus dikebut untuk memenuhi target waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender," tulis data resmi Dinas PUPR Kota Padang dalam papan proyek nomor 001/Kont-PJ/DAKDPUPR/2026.
Saat ini, pengerjaan fokus pada penguatan struktur di titik Stationing (Sta) 00 + 100. Rekonstruksi tidak hanya menyasar pengaspalan badan jalan, tetapi juga standardisasi fondasi bawah hingga peningkatan lapisan fondasi bahu jalan. Langkah ini diambil agar jalan mampu menahan beban kendaraan volume tinggi, mulai dari roda dua hingga truk roda enam.
Perbaikan ini sekaligus menjadi solusi atas keluhan menahun warga setempat mengenai kondisi jalan yang sebelumnya berlubang, berdebu saat kemarau, dan tergenang air pasca-hujan.
Fungsi Ganda: Jalur Evakuasi dan Sabuk Mitigasi
Selain meningkatkan mobilitas harian, Jalan Raya Pasir Jambak memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana. Mengingat kawasannya berada di zona merah rawan tsunami, akses jalan yang lebar dan mulus akan mempercepat evakuasi warga Pasie Nan Tigo menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) maupun Tempat Evakuasi Akhir (TEA).
Guna menjaga ketahanan aspal dari tingginya curah hujan di Kota Padang, proyek ini juga dilengkapi dengan sistem drainase komprehensif di sisi jalan. Sistem ini dirancang untuk mencegah genangan air agar jalur evakuasi tetap fungsional dalam kondisi cuaca buruk.
Dongkrak Kunjungan Wisata dan UMKM Pesisir
Akses jalan yang prima ini diproyeksikan bakal mendongkrak sektor pariwisata di Pantai Pasir Jambak. Kawasan yang terkenal dengan pohon pinus, spot matahari terbenam (sunset), dan konservasi penyu di Jambak Sea Turtle Camp ini kini menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan.
Sektor ekonomi kreatif, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelaku UMKM kuliner di sepanjang pantai menyambut positif perubahan ini. Infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara berkelanjutan.(Rls)

