Alahan Panjang – Lapas Kelas III Alahan Panjang terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian produktif bagi warga binaan melalui kegiatan pemeliharaan tanaman bawang merah. 

Kegiatan tersebut bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang agrobisnis sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Alahan Panjang, Harianto mengatakan bahwa program pertanian ini menjadi salah satu bentuk pembinaan positif yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, melalui kegiatan budidaya bawang merah, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga dibina untuk memiliki sikap disiplin, mampu bekerja sama, serta produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Melalui kegiatan budidaya bawang merah ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga dilatih untuk disiplin, bekerja sama, dan produktif. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Harianto.

Ia menambahkan, program pembinaan kemandirian tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta upaya pemberdayaan warga binaan agar memiliki kemampuan usaha mandiri setelah bebas nantinya.

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang merah itu dilakukan secara rutin dengan melibatkan warga binaan di bawah pengawasan petugas lapas. Selain memberikan keterampilan praktis, program tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kerja dan rasa tanggung jawab bagi para warga binaan.

Selain pembinaan dalam bidang pertanian, Lapas Kelas III Alahan Panjang juga melaksanakan Program pembinaan pembinaan kepribadian dan kemandirian. Program ini mencakup pendidikan, pelatihan vokasional, keagamaan, serta kesadaran berbangsa untuk persiapan reintegrasi sosial
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post
 
Top