RS M. Djamil Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
Sumbar - Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat dan pengendalian faktor risiko. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit tersebut, RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menggelar edukasi kesehatan di Poliklinik Jantung Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Selasa (23/6).
Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan narasumber dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dr. Wahyudi Firmana, yang membahas tentang penyakit jantung koroner serta langkah-langkah pencegahannya.
Dalam pemaparannya, dr. Wahyudi menjelaskan penyakit jantung koroner merupakan gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat otot jantung kekurangan suplai darah. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner yang terjadi akibat kerusakan pada lapisan dinding pembuluh darah.
“Penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu,” jelas dr. Wahyudi.
Ia menambahkan, masyarakat perlu mengenali tanda dan gejala khas penyakit jantung koroner agar dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Salah satu gejala yang paling sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada dada yang berlangsung lebih dari 20 menit, baik saat beristirahat maupun saat melakukan aktivitas.
“Tanda khas penyakit jantung koroner adalah keluhan tidak nyaman di dada atau nyeri dada yang berlangsung lebih dari 20 menit saat istirahat maupun saat beraktivitas. Keluhan ini sering disertai gejala lain seperti keringat dingin, tubuh terasa lemah, mual, hingga pusing,” ujarnya.
Selain mengenali gejala, dr. Wahyudi juga mengingatkan pentingnya memahami berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, diabetes melitus, kebiasaan merokok, dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah, serta berat badan berlebihan.
Menurutnya, sebagian besar faktor risiko tersebut dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.
“Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan agar kondisi yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung dapat terdeteksi lebih awal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, pasien dan keluarga pasien juga diajak menerapkan perilaku CERDIK sebagai langkah menjaga kesehatan jantung. CERDIK merupakan akronim dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres dengan baik.
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil Rizki Rasyidi, S.I.Kom menyampaikan kegiatan edukasi kesehatan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang berbagai penyakit serta upaya pencegahannya.
“Melalui edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung, mengenali gejala penyakit sejak dini, serta menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner,” harap Rizki.
