Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Dorong Pasien Hemodialisa Tetap Hidup Produktif



Sumbar - Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi cuci darah tetap memiliki peluang untuk hidup produktif dan berkualitas. Untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai pentingnya kepatuhan menjalani terapi serta menjaga kualitas hidup, RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Hemodialisa Yes, Kualitas Hidup OK” di Unit Hemodialisa pada Rabu (24/6).

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh pasien yang menjalani hemodialisa beserta keluarga pendamping. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya menjalani terapi hemodialisa secara teratur serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kualitas hidup yang optimal.

Materi edukasi disampaikan secara bergantian oleh dokter fellowship tatalaksana penyakit ginjal dengan dialisis tahap dasar, yaitu dr. Sukma Lini, Sp.PD, dr. Beni Andika, Sp.PD, dr. Radhitya D, Sp.PD, dan dr. Ratna Karmila, Sp.PD. Para narasumber menjelaskan berbagai aspek terkait terapi hemodialisa, mulai dari manfaat, tantangan yang dihadapi pasien, hingga strategi menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalani pengobatan jangka panjang.

Dalam pemaparannya, dr. Radhitya D, Sp.PD menjelaskan hemodialisa merupakan terapi pengganti fungsi ginjal yang berperan penting dalam membuang racun serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh ketika ginjal tidak lagi mampu bekerja secara optimal.

“Hemodialisa adalah terapi pengganti ginjal yang membantu membuang zat-zat sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan tubuh. Dengan perawatan yang tepat, kepatuhan menjalani terapi, serta dukungan keluarga, pasien tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna,” ujarnya.

Ia menegaskan kualitas hidup tidak hanya diukur dari kondisi kesehatan fisik semata, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang untuk tetap menjalani kehidupan dengan nyaman dan memiliki makna. “Aspek fisik seperti energi yang cukup, kualitas tidur yang baik, dan bebas dari rasa nyeri menjadi bagian penting dalam kualitas hidup pasien. Selain itu, aspek psikologis juga perlu diperhatikan melalui kemampuan menerima kondisi kesehatan yang dialami dan mengelola stres dengan baik,” sebutnya.

dr. Radhitya menjelaskan dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam membantu pasien tetap aktif berinteraksi dan menjaga semangat menjalani terapi. Kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari juga menjadi indikator penting yang menunjukkan bahwa pasien tetap dapat menjalani kehidupan secara optimal meskipun harus menjalani hemodialisa secara rutin.

“Pasien hemodialisa tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, beraktivitas, dan menikmati kehidupan. Hemodialisa bukan akhir dari segalanya, melainkan sebuah perjalanan untuk mempertahankan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan edukasi ini, RS M. Djamil berharap pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya kepatuhan terhadap jadwal terapi, pola hidup sehat, serta dukungan emosional yang berkelanjutan. Edukasi kesehatan secara rutin juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai kendala yang dihadapi selama menjalani terapi hemodialisa. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.(*)