RS M. Djamil Berikan Edukasi Gizi tentang Diet Mediterania dan DASH Diet
Sumbar - RS M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada Rabu (24/6). Rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan tersebut melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Instalasi Gizi menggelar penyuluhan kesehatan di Poliklinik Khusus Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber Ns. Yul Elfianti, S.KM., S.Tr.Gz., RD yang membahas penerapan menu Mediterania (Mediterranean Diet) dan DASH Diet sebagai pola makan sehat untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dalam pemaparannya, Yul Elfianti menjelaskan Diet Mediterania merupakan pola makan yang terinspirasi dari tradisi kuliner masyarakat yang tinggal di sekitar Laut Mediterania, termasuk di wilayah Perancis, Spanyol, Yunani, dan Italia. Pola makan ini menekankan konsumsi bahan pangan segar, seperti sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, serta penggunaan lemak sehat dalam jumlah yang seimbang.
Sementara itu, DASH Diet atau Dietary Approaches to Stop Hypertension merupakan pola makan yang direkomendasikan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) Amerika Serikat untuk pasien hipertensi maupun pra-hipertensi. Diet ini dirancang untuk membantu mengontrol tekanan darah melalui pengaturan asupan makanan yang kaya serat, vitamin, mineral, serta rendah garam dan lemak jenuh.
“Diet Mediterania dan DASH Diet pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu mencegah risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu, kedua pola makan ini juga bermanfaat untuk pengaturan berat badan, mengurangi risiko stroke, menstabilkan kadar gula darah, mencegah diabetes melitus, meningkatkan memori dan fungsi kognitif, serta membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer,” jelas Yul Elfianti.
Ia menambahkan kedua pola makan tersebut mengacu pada konsep clean eating, yaitu mengutamakan konsumsi bahan pangan segar dan meminimalkan penggunaan makanan yang telah melalui banyak proses pengolahan. “Prinsip utama Med Diet maupun DASH Diet adalah memilih bahan makanan yang segar dan alami. Namun dalam praktiknya, penerapan kedua diet ini dapat dimodifikasi sesuai dengan adat, kebiasaan makan, dan budaya masyarakat di masing-masing negara tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar diet yang dianjurkan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia juga dapat menerapkan pola makan Mediterania maupun DASH Diet dengan menyesuaikan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh. Pemilihan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah dapat disesuaikan dengan budaya makan sehari-hari selama tetap memperhatikan keseimbangan gizi dan anjuran diet yang berlaku.
“Med-Diet dan DASH Diet menjadi anjuran pola makan yang relevan diterapkan saat ini untuk membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Penerapan menu Med-Diet maupun DASH Diet dapat disesuaikan dengan kultur masyarakat Indonesia, namun tetap memperhatikan kaidah dan anjuran diet yang benar,” tambahnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, RS M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia.
Edukasi kesehatan yang rutin dilaksanakan di lingkungan rumah sakit juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, sehingga kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat. (*)
