Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja Melalui Workshop Small Ideas, Big Impact



Sumbar - RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya budaya inovasi di lingkungan rumah sakit. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sekaligus rumah sakit rujukan nasional, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, efektivitas proses kerja, serta kepuasan masyarakat.

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Innovation Literacy bertajuk “Small Ideas, Big Impact” yang dilaksanakan pada Rabu (17/6) di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan rumah sakit sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kemampuan dalam mengembangkan inovasi yang berdampak nyata bagi pelayanan kesehatan.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang inovasi, penelitian, serta pengembangan layanan kesehatan. Yaitu Emir Amaro Syailendra, MD, Postdoctoral Research Fellow at Johns Hopkins University, Amerika Serikat; Rizki Edmi Edison, MD, Ph.D, dosen Universitas Prima Indonesia; Niswanto, inovator klinis RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan; serta Ogy Winenriandhika dari Medischa ATENSI.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menegaskan inovasi merupakan salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan transformasi kesehatan yang saat ini terus berkembang. “Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan sekaligus rumah sakit rujukan nasional, RS M. Djamil dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, efektivitas proses kerja, serta kepuasan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, kita memerlukan budaya inovasi yang tumbuh dan berkembang di seluruh unit kerja,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan internal rumah sakit, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi sistem kesehatan. Karena itu, pembangunan ekosistem kesehatan yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan inovasi.

“Di era transformasi kesehatan saat ini, inovasi tidak dapat berjalan sendiri. Kita perlu membangun health ecosystem yang kuat, yaitu kolaborasi yang sinergis antara pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, teknologi, industri kesehatan, dan masyarakat. Melalui ekosistem yang saling terhubung tersebut, ide-ide yang lahir dari unit kerja tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga dapat berkembang menjadi praktik baik yang memberikan manfaat lebih luas bagi sistem kesehatan,” kata Dovy.

Ia menekankan budaya inovasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh insan rumah sakit tanpa terkecuali. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif melalui ide-ide perbaikan yang sederhana namun berdampak besar.

“Budaya inovasi tidak dapat dibangun hanya oleh pimpinan atau unit tertentu. Budaya inovasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh insan rumah sakit. Setiap pegawai, baik tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga manajerial, maupun tenaga pendukung lainnya, memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan ide-ide perbaikan yang dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi,” ungkapnya.

Pelaksanaan Workshop Innovation Literacy ini, lanjutnya, menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, serta kemampuan peserta dalam mengidentifikasi permasalahan dan peluang perbaikan di lingkungan kerja masing-masing. Dengan bekal tersebut, setiap pegawai diharapkan mampu melahirkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan Workshop Innovation Literacy ini sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, dan kemampuan seluruh peserta dalam mengidentifikasi permasalahan, menemukan peluang perbaikan, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru selama workshop berlangsung, tetapi juga membawa semangat perubahan yang dapat diwujudkan melalui berbagai terobosan pelayanan.

“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu membawa pulang semangat untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghasilkan berbagai terobosan yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan di RS M. Djamil,” katanya.

Menurut Dovy, hasil dari workshop ini hendaknya tidak berhenti pada forum diskusi dan pertukaran gagasan semata. Setiap unit kerja diharapkan mampu menerjemahkan berbagai ide yang muncul menjadi inovasi yang terukur, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi pasien dan organisasi.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata. Setiap unit kerja hendaknya mampu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, menyusun gagasan perbaikan, dan mengembangkannya menjadi inovasi yang terukur, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.

Ia menekankan tujuan utama yang ingin dicapai bukan sekadar menghasilkan sejumlah inovasi, melainkan membangun budaya inovasi yang mengakar kuat dalam keseharian seluruh pegawai.

“Target kita bukan sekadar menghasilkan inovasi, tetapi membangun budaya inovasi. Budaya di mana setiap insan rumah sakit terbiasa berpikir kritis, berani mengusulkan perbaikan, terbuka terhadap perubahan, dan mampu bekerja sama untuk menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi pasien, organisasi, dan masyarakat,” ujarnya.

Dovy mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya belajar, budaya berbagi, dan budaya inovasi di lingkungan RS M. Djamil. “Mari kita jadikan workshop ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya belajar, budaya berbagi, dan budaya inovasi. Jangan pernah meremehkan sebuah ide sederhana, karena sering kali perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen,” tukasnya.(*)