Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Investigasi Peluru Nyasar di UNP Rampung, Kodam XX/TIB Tanggung Jawab Penuh



‎PADANG — Titik terang akhirnya benderang dalam insiden peluru nyasar yang sempat menggegerkan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP). Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol bergerak cepat memastikan tanggung jawab penuh, baik terhadap pemulihan psikis dan fisik korban, maupun evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas latihan militer di tengah kota.

‎Pangdam XX/TIB langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan agar Lapangan Tembak Lapai dihentikan operasionalnya secara total. Area latihan tersebut dipastikan tidak akan digunakan lagi hingga batas waktu yang belum ditentukan, sementara pihak kodam tengah mencari lokasi baru yang lebih aman dan representatif. Langkah berani ini diambil demi menjamin keamanan masyarakat sekitar, khususnya lingkungan kampus UNP.

Titik Terang Investigasi: Uji Forensik Proyektil 9 mm

‎Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, menyatakan bahwa seluruh rangkaian investigasi dan pendalaman di lapangan kini telah dinyatakan selesai. Penyelidikan mendalam yang melibatkan tim ahli senjata, koordinasi erat dengan pihak kepolisian, serta pengumpulan keterangan dari Batalyon 133 berjalan secara transparan dan terukur.

‎"Tim investigasi kami telah bekerja keras mencari data, fakta, dan keterangan langsung di lapangan. Kami juga melakukan pendalaman di tempat latihan dengan melibatkan tim ahli senjata," ujar Kolonel Kav Taufiq.

‎Berdasarkan hasil uji lapangan dan uji forensik, proyektil yang ditemukan dipastikan berukuran 9 mm. Melalui pembuktian ilmiah yang diperkuat oleh keselarasan uji teori dan uji lapangan, proyektil tersebut diduga kuat berasal dari kegiatan latihan yang tengah dilaksanakan oleh Batalyon 897 Singgalang.

‎Kolonel Kav Taufiq menegaskan, transparansi ini adalah bentuk komitmen TNI kepada publik. Jika nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian dalam prosedur latihan, institusi tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi tegas. "Jika ada kelalaian, tentu akan ada konsekuensi hukum dan disiplin yang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di TNI," cetusnya.

‎Kabar Baik dari Ruang Pemulihan

‎Di tengah bergulirnya proses investigasi, angin segar berembus dari ruang perawatan. Kondisi kedua korban, Nova Wirantika dan Guruh Guwino, dilaporkan menunjukkan progres medis yang sangat signifikan.

‎Perkembangan terakhir pada pukul 11.00 WIB menunjukkan bahwa kondisi keduanya terus membaik. Nova dan Guruh bahkan sudah mampu berdiri dan mulai aktif menggerakkan tangan mereka secara normal. Untuk Nova, fokus medis saat ini adalah tahap observasi, pemulihan berkelanjutan, serta terapi fisik guna mengembalikan fungsi motoriknya secara sempurna.

‎Jika tidak ada kendala medis berarti, kedua korban direncanakan sudah diperbolehkan pulang hari ini untuk melanjutkan rawat jalan. Kodam XX/TIB juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh (full support) terhadap seluruh kebutuhan korban selama masa pemulihan ini. Harapan besar tersemat agar keduanya bisa segera pulih total dan kembali berkumpul di tengah kehangatan keluarga besar mereka.

‎Apresiasi Tinggi dari Pihak UNP


‎Langkah taktis dan respons cepat dari jajaran Kodam XX/TIB ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak akademisi. Sekretaris Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa terima kasihnya atas penanganan responsif yang ditunjukkan oleh institusi TNI, baik dalam hal perawatan medis korban maupun kebijakan strategis di lapangan.

‎"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan cepat dari jajaran Kodam, terutama dalam menghentikan aktivitas latihan di Lapai dan adanya wacana pemindahan lapangan tembak ke lokasi baru," kata Prof. Dr. Erianjoni.

‎Pihak universitas juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas layanan kesehatan dan tindakan medis prima yang diberikan kepada kedua korban sejak hari pertama insiden.

‎"Semoga wacana pemindahan lapangan tembak ini bisa segera terealisasi dengan cepat. Kami berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang mengancam keselamatan, khususnya di lingkungan kampus UNP," pungkasnya berharap, membawa suara seluruh civitas akademika yang merindukan rasa aman di ruang-ruang belajar.

‎Penulis : Sukra Rahmat Putra