Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapas Kelas III Alahan Panjang



Alahan Panjang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang, Harianto, memimpin langsung pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Lapas Kelas III Alahan Panjang. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta warga binaan dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.

Upacara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi negara dan pemersatu bangsa.

Dalam amanatnya, Harianto menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia juga mengajak seluruh pegawai dan warga binaan untuk terus menanamkan semangat persatuan, gotong royong, serta menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Pancasila adalah fondasi utama yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia,” ujar Harianto.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga doa bersama untuk kemajuan bangsa dan negara.

Keikutsertaan warga binaan dalam upacara tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas III Alahan Panjang. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, serta kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh pegawai maupun warga binaan sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.