RS M. Djamil Sukses Lakukan Tindakan Perdana Flow Diverter untuk Penanganan Aneurisma Otak
Tindakan dilakukan terhadap seorang pasien perempuan berusia 56 tahun melalui prosedur minimal invasif menggunakan kateter. Pelaksanaannya mendapat pendampingan langsung dari Tim Proctoring RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta sebagai Rumah Sakit Koordinator Pengampuan Stroke Nasional.
Flow diverter merupakan teknologi neurointervensi berupa pemasangan stent khusus melalui pembuluh darah menuju lokasi aneurisma. Perangkat ini berfungsi mengatur aliran darah sehingga mengurangi tekanan pada dinding aneurisma dan membantu proses penutupan secara bertahap tanpa memerlukan operasi terbuka.
Keberhasilan tindakan tersebut melengkapi capaian layanan neurointervensi RS M. Djamil. Sebelumnya, rumah sakit telah beberapa kali berhasil melakukan tindakan coiling pada kasus aneurisma, sementara pemasangan flow diverter kali ini menjadi yang pertama dilaksanakan.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan langkah maju dalam pengembangan layanan neurointervensi di rumah sakit.
"Tindakan coiling untuk penanganan aneurisma sudah beberapa kali berhasil dilakukan di RS M. Djamil. Namun, pemasangan flow diverter ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Tentunya ini menjadi sebuah pencapaian sekaligus langkah maju dalam pengembangan layanan neurointervensi di rumah sakit kami," ujarnya.
Menurut Dovy, pengembangan layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan rumah sakit yang memiliki pengalaman lebih luas.
Ia menilai keberhasilan tindakan tersebut merupakan hasil sinergi dalam Program Pengampuan Stroke Nasional, di mana RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta memberikan pendampingan kepada RS M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pengampu Regional Sumatera Bagian Tengah.
"Kami berharap kegiatan proctoring ini menjadi awal semakin berkembangnya layanan neurointervensi di RS M. Djamil sehingga masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Tengah dapat memperoleh pelayanan yang semakin komprehensif tanpa harus dirujuk ke luar daerah," katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan RS M. Djamil Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Ketua Pengampuan Stroke dr. Dedi Sutia, Sp.N(K), FINA, MARS, dokter spesialis neurologi dr. Gunawan Septa Dinata, Sp.N, FINA, dokter spesialis bedah saraf dr. Ade Ricky Harahap, Sp.BS, Subsp.N-Vas(K), serta Wakil Kepala Instalasi Bedah Sentral dr. Nadra Septiadi, Sp.An-TI., M.Sc.
Sementara itu, Ketua Tim Proctoring RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp.NIOO(K), FINS, menjelaskan bahwa kasus yang ditangani memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan pengalaman dan keterampilan khusus.
"Hari ini kasusnya memang spesifik. Kami tetap membantu teman sejawat untuk mendapatkan pengalaman," ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan serupa sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah rumah sakit lain, seperti RS Prof. Dr. dr. Kandou Manado dan RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Menurutnya, pemasangan flow diverter memerlukan kesiapan tim karena perangkat yang digunakan memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan keahlian dalam pengoperasiannya.
Dengan terlaksananya tindakan perdana ini, RSUP Dr. M. Djamil semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional dalam pelayanan stroke dan neurovaskular. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih modern, komprehensif, dan berkualitas bagi masyarakat Sumatera Bagian Tengah tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
