Ketua Komisi XIII DPR RI, Apresiasi Langkah Strategis RS M. Djamil Siapkan Pengembangan Secara Bertahap dan Terencana
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit telah memasuki tahap penting setelah masterplan tersebut masuk ke dalam Green Book yang difasilitasi Kementerian Kesehatan melalui skema pendanaan pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Selain memperoleh dukungan pembiayaan, pengembangan kawasan rumah sakit juga akan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah mendapat izin pengelolaan sesuai dengan masterplan yang disusun.
"Alhamdulillah, rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil sudah masuk dalam Green Book dan difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan melalui loan AIIB. Dalam pengembangannya nanti, kita juga memanfaatkan lahan KAI dan telah mendapatkan izin untuk mengelola kawasan tersebut sesuai masterplan yang telah disusun," ujar Dovy.
Pada tahap awal, RS M. Djamil akan membangun Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai serta Gedung Rawat Inap Non-JKN setinggi lima lantai. Kedua proyek tersebut diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Meski demikian, Dovy menegaskan pembangunan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal selama proses konstruksi berlangsung.
Pembangunan tersebut juga akan berdampak pada pembongkaran sejumlah ruang rawat inap yang saat ini masih digunakan. Akibatnya, sekitar 179 tempat tidur dari total kurang lebih 800 tempat tidur yang dimiliki RS M. Djamil akan terdampak sehingga diperlukan solusi sementara untuk menjaga kapasitas layanan.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen RS M. Djamil mengusulkan percepatan pembangunan gedung dormitory yang sebelumnya direncanakan pada tahap ketiga masterplan. Gedung tersebut nantinya akan difungsikan sementara sebagai ruang rawat inap selama pembangunan gedung utama berlangsung.
Menurut Dovy, setelah pembangunan Gedung CMU dan Gedung Rawat Inap Non-JKN selesai, fungsi gedung dormitory akan dikembalikan sesuai perencanaan awal sebagai fasilitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta akomodasi bagi keluarga pasien.
Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mengapresiasi langkah strategis RS M. Djamil dalam menyiapkan pengembangan rumah sakit secara bertahap dan terencana.
Ia menilai pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan investasi penting untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat serta memperkuat peran RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat.
"Kami mengapresiasi langkah RS M. Djamil yang telah menyiapkan pengembangan melalui masterplan secara matang. Harapannya seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat," ujar Willy.
Ia juga berharap sinergi antara RS M. Djamil, Kementerian Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga seluruh tahapan pengembangan dapat terealisasi sesuai rencana. Dengan hadirnya berbagai fasilitas baru tersebut, RS M. Djamil diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin modern, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
