Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Komitmen Disiplin Pelayanan melalui Pemantauan Absensi Online DPJP



RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan disiplin dan akuntabilitas tenaga medis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan implementasi absensi online bagi Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) berjalan secara optimal di seluruh unit pelayanan rumah sakit.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, saat melakukan kegiatan telusur ke Instalasi Bedah Sentral pada Kamis (11/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan serta kepatuhan terhadap berbagai kebijakan rumah sakit, termasuk penerapan absensi online DPJP.

Dalam kunjungannya, dr. Maliana meninjau langsung pelaksanaan layanan di Instalasi Bedah Sentral serta berdialog dengan jajaran manajemen dan tenaga kesehatan yang bertugas. Ia menekankan absensi online bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan kehadiran dokter dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Absensi online DPJP merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan akuntabel. Kehadiran dokter penanggung jawab pelayanan harus dapat dipantau dengan baik karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” ujar dr. Maliana.

Menurutnya, transformasi digital yang sedang dijalankan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya menyasar aspek pelayanan kepada pasien, tetapi juga tata kelola sumber daya manusia. “Sistem absensi online menjadi salah satu instrumen yang mendukung pengawasan secara real time sehingga proses monitoring dapat dilakukan lebih efektif dan objektif,” sebutnya.

Ia menjelaskan setiap dokter yang bertugas sebagai DPJP memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pasien memperoleh pelayanan yang optimal sejak proses diagnosis, tindakan medis, hingga evaluasi perawatan. Karena itu, kepatuhan terhadap mekanisme absensi menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut.

“Melalui sistem yang terintegrasi, rumah sakit dapat memastikan bahwa pelayanan diberikan oleh tenaga medis yang hadir dan menjalankan tugasnya sesuai jadwal. Ini bukan hanya soal kedisiplinan, tetapi juga bentuk tanggung jawab profesional kepada pasien dan institusi,” katanya.

dr. Maliana menegaskan manajemen rumah sakit akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap implementasi absensi online di seluruh instalasi. “Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan serta mendorong terciptanya budaya kerja yang berorientasi pada mutu pelayanan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi jajaran Instalasi Bedah Sentral yang terus berupaya menjaga kualitas layanan di tengah tingginya aktivitas pelayanan dan tindakan operasi yang dilaksanakan setiap hari. Keberhasilan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh komitmen seluruh sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Kehadiran tenaga medis yang tepat waktu dan terdokumentasi dengan baik melalui sistem absensi online merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya.(*)