Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Investigasi Insiden Peluru Nyasar di UNP


PADANG — Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) bergerak cepat merespons insiden peluru nyasar yang melukai dua orang warga di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa sore kemarin. Pihak Kodam menegaskan komitmen penuh untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan dan bertanggung jawab.
‎Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol melalui Kepala Penerangan Kodam Kolonel Kav Taufiq, menyatakan rasa prihatin dan empati yang mendalam dari seluruh keluarga besar Kodam atas musibah yang menimpa para korban.
‎Prioritas Penyelamatan & Kondisi Korban Terkini
‎Sejak informasi diterima, prioritas utama Kodam XX/TIB adalah keselamatan korban. Pihak Kodam langsung berkoordinasi dengan rektorat UNP dan tim medis untuk penanganan khusus.
‎"Alhamdulillah, proses operasi pengangkatan proyektil peluru dari salah satu korban telah berhasil dilaksanakan pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat ini, seluruh korban dalam kondisi stabil, sudah bisa berkomunikasi, dan didampingi pihak keluarga di ruang rawat inap," ujar Kolonel Taufiq dalam konferensi pers, Rabu sore, (03/6/2026).
‎Investigasi Mendalam dan Uji Balistik
‎Terkait perkembangan investigasi di lapangan, Kodam XX/TIB telah mengamankan satu proyektil peluru yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban. Tim investigasi saat ini tengah melakukan pendalaman, termasuk mengagendakan uji balistik.
‎Pemeriksaan Saksi: Hingga saat ini, sebanyak 10 orang saksi telah diperiksa, meliputi petugas keamanan (security) serta personel TNI yang tengah melaksanakan latihan menembak pada saat kejadian.
‎Tantangan Investigasi: Mengingat jarak antara lokasi latihan menembak dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup jauh, tim ahli memerlukan waktu untuk memastikan keakuratan data teknis dan asal-usul senjata.
‎Komitmen Tanggung Jawab & Penutupan Tempat Latihan
‎Kodam XX/TIB menegaskan tidak akan lepas tangan. Sesuai instruksi Panglima Kodam, seluruh biaya perawatan dan pengobatan para korban hingga sembuh total akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kodam.
‎Sebagai langkah tegas dan preventif, Panglima Kodam XX/TIB juga telah memerintahkan penutupan sementara lokasi latihan menembak tersebut.
‎"Tempat latihan tersebut resmi ditutup dan tidak boleh digunakan sampai ada pernyataan aman dari tim investigasi.
‎Atas atensi langsung dari Panglima Kodam, kami sedang melakukan evaluasi total serta mengkaji opsi pemindahan tempat latihan ke lokasi baru yang jauh lebih aman bagi masyarakat," tegas Kapendam.
‎Pihak Kodam XX/TIB meminta rekan-rekan media dan masyarakat untuk bersabar memberikan waktu bagi tim investigasi agar dapat menyajikan data fakta yang akurat, valid, dan objektif secara hukum.
‎Penulis : Sukra Rahmat Putra