Solok- Jalankan fungsi pengawasan, didampingi langsung oleh Bupati Solok, H. Epyardi Asda. Anggota Komisi V DPR RI, Athari Gauthi Ardi mengunjungi kerja ke lokasi pengerjaan Peningkatan Jalan Kapujan-Rimbo Data Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kab. Solo. Jum'at (11/08/2023). 


Pembangunan jalan penghubung antara Kecamatan Tigo Lurah dengan Kecamatan Lembah Gumanti ini, jelas membuktikan, bahwa sebagai wakil rakyat di DPR RI dirinya bisa di andalkan dan sangat teruji. 


Dimana, dalam waktu 1(satu) tahun sejak paska kunjungannya bersama Bupati Solok H. Epyardi Asda ke Jorong Kapujan Nagari Rangkiang Luluih Kecamatan Tigo Lurah beberapa waktu yang lalu, dalam rangka Lounching Ekskavator, Tepatnya Sabtu 18 Juni 2022. Perjuangannya atas usulan masyakarat disana sekarang sudah nyata dilaksanakan dengan pagu anggaran yang sangat fantastis, diangka Rp 35.991.122.000,00 (Tiga Puluh Lima Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Seratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah). 


Kini masyarakat Kecamatan Tigo Lurah patut berbangga hati dengan kinerja putri sulung H. Epyardi Asda itu, karena ruas jalan Rimbo Data menuju Kapujan Nagari Rangkiang Luluih Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, yang diusulkan masyarakat saat kunjungan kerja Athari ke nagari tersebut akhirnya terealisasi. 


Terkait dengan perjuangan luar biasa yang telah dilakukannya untuk masyarakat di Kecamatan Tigo Lurah tersebut, kepada media, Athari menyebutkan bahwa sebagai pemegang amanah rakyat, meskipun harus maraton. Dan perjuangan yang luar biasa itu, apa yang sudah dilakukannya sudah dianggapnya sebuah kewajiban. Dan khusus bagi Kabupaten Solok, itu adalah kebahagiaan dari tekad dan janjinya untuk terus membangun kampung halaman tercinta. 


Meski diakui, bukanlah perjuangan yang mudah untuk meyakinkan Kementerian PUPR, sehingga jalan Rimbo Data-Kapujan bisa dibangun. Karena awalnya untuk pembangunan jalan tersebut hanya disetujui 9(sembilan) Milyar saja, sedangkan panjang lintasannya ada 16 Km. Artinya tidak akan membangunkan semuanya. Apalagi setiap Anggota DPR yang ada di Komisi V juga punya perjuangan untuk masing-masing Dapil mereka. 


Dikatakan Athari, bahwa dengan jumlah pagu dana awal 9(sembilan) Milyar yang disetujui itu harus ditolaknya, sebab tidak akan menyelesaikan jalan sesuai kebutuhan yang ada. 


“Dengan angka segitu saya menolaknya, karena tidak akan menyelesaikan pekerjaan, dan tidak akan menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya di Kec. Tigo Lurah. Mendingan Tidak saja sama sekali,” katanya. 


Namun,

selanjutnya lagi, yang namanya perjuangan, dirinya tidak pernah putus asa. Dengan melampirkan seluruh data, dan yakinkan kementerian PUPR, dan menjelaskan betapa pentingnya jalan itu bagi masyarakat, dengan tetap mengusulkan untuk pembangunan jalan tersebut sampai selesai di angka 39 Milyar, dimana pada Akhirnya disetujui 37 Milyar. Dan setelah proses lelang, disetujui oleh penerbitan PUPR dengan perusahaan pihak ketiga di angka mendekati 36 Milyar.



“Khusus untuk Jalan dari Rimbo Data ke Kapujan Nagari Rangkiah Luluih Kec. Tigo lurah ini, saya tahu sangat penting artinya bagi masyarakat disana, karena selain menjadi salah satu akses utama jalan masuk ke Kec. Tigo Lurah , jalan itu juga merupakan kebutuhan utama, karena selain jalan penghubung utama, jalan itu juga merupakan penopang peningkatan perekonomian, dan sektor lainnya bagi masyarakat setempat. Sehingga hasil bumi di sana bisa dibawa keluar untuk dipasarkan, Dan saya yakin, berhasilnya perjuangan saya di pusat sana tidak lepas dari doa dan harapan seluruh masyarakat kita di sini," tuturnya. 


Athari juga mengatakan, dirinya juga sangat senang bisa memenuhi keinginan masyarakat Kec.Tigo Lurah, dan pengerjaan jalan itu, diakuinya merupakan perjuangannya dari hasil kunjungan terakhirnya bersama, dan dukungan penuh dari Bupati Solok di pertengahan tahun 2022. 


"Saya menyaksikan dan merasakan sendiri, bagaimana jalan itu sangat parah dan sangat sulit dilalui. Artinya sangat jauh dari kata layak. Bahkan mobil yang saya tumpangi bersama Bapak Bupati Solok saat itu sampai terperosok dan terjebak ke dalam lumpur, sehingga harus di derek untuk bisa keluar. Tentu dengan kejadian itu, saya bisa membayangkan betapa susahnya masyarakat disana, sementara keberadaan jalan itu sangat penting bagi masyarakat,” ungkap Athari. 


Untuk itu, kepada masyarakat diharapkannya dapat ikut mengawasi pekerjaan jalan tersebut, sehingga kualitas dan kualitasnya benar-benar sesuai dengan spek yang seharusnya. Karena jalan itu merupakan jalan impian dan sudah sangat lama dirindukan oleh masyarakat. Kalau misalnya ada hal yang tidak sesuai mohon di laporkan secepatnya kepada Athari, sehingga bisa langsung dikomunikasikan. 


“Saya ingin jalan itu, benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi kehidupan masyarakat kita, jangan karena ada yang ingin mencari keuntungan, nantinya masyarakat yang dirugikan. Saya tidak mau hal itu terjadi,” tegas Athari. 


Kemudian, selain dari program yang telah ada sebelumnya, melalui Komisi V DPR RI sekarang beliau menjabat, Athari juga mengatakan akan terus berusaha untuk memprioritaskan pembangunan daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau, salah satunya adalah daerah 3T(Tertinggal,Terpinggir dan Terpencil) . 


Karena menurutnya, daerah 3T merupakan wilayah yang dinilainya sangat memerlukan bantuan dalam berbagai sektor kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebutuhan masyarakat lainnya yang perlu diperjuangkan. Tidak hanya bagi Kab. Solok, tetapi juga bagi daerah lain yang ditinggalinya. 


“Saya akan terus berusaha memperhatikan daerah-daerah yang selama ini terabaikan, mudah-mudahan mimpi untuk mendapatkan pembangunan masyarakat yang merata, betul-betul bisa jadi kenyataan dan dirasakan sebenarnya daerah-daerah yang telah maju duluan. Sehingga tidak ada lagi yang namanya desa tertinggal di daerah yang saya wakili,” Tutupnya.
 
Top