Baru-baru ini, beredar akun media sosial Facebook hingga Whatsapp atas nama Bupati Solok, H. Epyardi Asda. Akun tersebut menjanjikan sedekah untuk pembangunan masjid dan pondok pesantren.

Dalam modusnya, pelaku menggunakan profil dengan foto Bupati Solok, H. Epyardi Asda. Kemudian menghubungi sejumlah pihak melalui messenger Facebook dan chat WhatsApp dan menawarkan bantuan.

“Maaf ganggu, saya mau tanya barangkali ada pembangunan masjid atau pondok pesantren di daerah sekitar bapak. Kebetulan saya dan keluarga mau sodaqoh di masjid atau pondok pesantren, barangkali bisa bantu saya untuk amanahkan program sodaqoh saya dan keluarga,” begitu tulis akun medsos tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Solok, H. Epyardi Asda menegaskan, akun facebook dan nomor WhatsApp yang beredar menawarkan bantuan tersebut bukanlah miliknya. Informasinya tersebut tidak benar sama sekali.

“Banyak beredar sekarang, akun medsos palsu yang mencatut nama saya dan menyebarkan informasi tidak benar. Itu hanyalah penipuan yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab,” ungkap Epyardi Asda, Minggu (9/7/2023).

Epyardi menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan beredarnya akun palsu dan informasi hoaks. Jangan mudah percaya dan terbujuk, apalagi nanti ujung-ujungnya minta sesuatu.

Bupati mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam menelaah informasi yang beredar. Jangan sampai nanti menjadi korban. Jika menemukan hal tersebut, bisa menghubungi pihak terkait untuk memverifikasi informasi.

“Jangan sampai ada korban atau pihak yang dirugikan. Kami minta masyarakat untuk waspada. Jika ada keraguan, silahkan hubungi pihak berwenang untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar,” tutupnya.
 
Top