Perkuat Layanan Kanker Regional, RS M. Djamil Padang Dorong Kolaborasi Empat Provinsi
PADANG – RSUP Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat perannya sebagai Rumah Sakit Pengampu Regional Pelayanan Kanker dengan mendorong pemerataan akses dan peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat di empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Regional Kanker yang digelar di The ZHM Premiere Padang, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan evaluasi sekaligus memperkuat sinergi antara rumah sakit pengampu, rumah sakit jejaring, pemerintah daerah, serta dinas kesehatan.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), mengatakan bahwa penanganan kanker membutuhkan pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan hingga pemantauan pasien.
Menurutnya, pengendalian kanker tidak dapat dilakukan oleh satu rumah sakit saja. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan medis.
"Kanker merupakan tantangan besar dalam pembangunan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara komprehensif. Kita harus memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang tepat sesuai kebutuhan klinisnya, tanpa terkendala keterbatasan fasilitas maupun kemampuan pelayanan di daerah," ujarnya.
Bestari menjelaskan, pemerataan pelayanan kanker masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan tenaga kesehatan spesialis, sarana dan prasarana, ketersediaan obat-obatan, serta sistem rujukan antarfasilitas kesehatan.
Karena itu, kebijakan pengampuan pelayanan kanker menjadi langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan tersebut melalui pendampingan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan penguatan kapasitas rumah sakit jejaring secara berkelanjutan.
Sebagai rumah sakit pengampu regional, RSUP M. Djamil memiliki tanggung jawab mendampingi rumah sakit jejaring di empat provinsi agar mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kanker.
"Pengampuan bukan sekadar pemenuhan indikator program, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap pelayanan yang diterima masyarakat. Keberhasilannya harus dilihat dari peningkatan kemampuan rumah sakit jejaring dan semakin baiknya akses masyarakat terhadap pelayanan kanker," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi tim kanker dan tim multidisiplin atau multidisciplinary team (MDT). Pendekatan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran dalam menentukan diagnosis dan rencana penanganan pasien secara menyeluruh.
Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan efektivitas sistem rujukan perlu menjadi perhatian bersama agar pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis tanpa keterlambatan.
Bestari berharap pertemuan regional tersebut mampu menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur, termasuk penetapan prioritas, pembagian tanggung jawab, serta mekanisme evaluasi terhadap berbagai kendala pelayanan di rumah sakit jejaring.
"Harapan kita, pertemuan ini menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat segera dilaksanakan. Setiap kendala harus memiliki tindak lanjut yang jelas, siapa yang bertanggung jawab, apa yang menjadi prioritas, dan bagaimana mekanisme evaluasinya," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan data pelayanan dan registrasi kanker. Menurutnya, data yang akurat dan berkelanjutan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan, menentukan kebutuhan fasilitas kesehatan, serta merumuskan kebijakan pengendalian kanker yang tepat sasaran.
Registrasi kanker juga dinilai penting untuk mengetahui beban penyakit, karakteristik pasien, serta pola kejadian kanker di setiap wilayah. Dengan data yang lengkap dan valid, pengembangan pelayanan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui Pertemuan Regional Kanker ini, RSUP M. Djamil berharap terbangun komitmen bersama seluruh rumah sakit jejaring dalam meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat sistem rujukan, serta mewujudkan pemerataan layanan kanker di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pelayanan kanker yang semakin berkualitas, aman, dan berkesinambungan sehingga masyarakat di berbagai daerah memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan penanganan medis sesuai standar pelayanan kesehatan.
