RS M Djamil Edukasi Cara Lindungi Mata dari Paparan Kabut Asap
PADANG – Kabut asap tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mata. Menyikapi kondisi tersebut, RS M. Djamil Padang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi mata dari paparan asap, Jumat (25/9/2026).
Edukasi digelar RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Subbagian Infeksi Imunologi Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran/RS M. Djamil. Kegiatan berlangsung di Poliklinik Mata Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil.
Dokter Spesialis Mata RS M. Djamil, dr. Diska Herriadi, Sp.M, menjelaskan bahwa permukaan mata relatif mudah mengalami iritasi karena tidak memiliki perlindungan seperti kulit.
“Partikel dan gas dari kabut asap dapat langsung menempel pada lapisan air mata,” jelas dr. Diska.
Menurutnya, paparan asap dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata atau tear film. Kondisi ini membuat air mata lebih cepat menguap sehingga mata terasa kering dan tidak nyaman.
Selain itu, zat iritan dari asap dapat memicu peradangan pada kornea dan konjungtiva. Gejalanya antara lain mata merah, perih, terasa panas, berair, gatal, sensasi seperti ada pasir, penglihatan buram hingga lebih sensitif terhadap cahaya.
“Lapisan air mata dapat terganggu akibat paparan iritan. Akibatnya, air mata lebih cepat menguap dan mata terasa kering. Selain itu, kornea dan konjungtiva dapat mengalami peradangan,” paparnya.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Dr. Diska mengingatkan sejumlah kelompok yang perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan mata ketika kualitas udara memburuk.
Mereka antara lain pengguna lensa kontak, penderita mata kering, orang dengan riwayat alergi mata, pasien pascaoperasi mata, anak-anak, lansia, pekerja luar ruangan serta orang yang menggunakan gawai dalam waktu lama.
Masyarakat juga dianjurkan memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi.
“Jika memang harus keluar rumah, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan kaca pelindung mata. Bagi pengguna lensa kontak, sebaiknya menggantinya dengan kacamata selama kondisi udara tidak baik,” ujarnya.
Untuk perlindungan tambahan, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95 atau KN95.
Jangan Mengucek Mata
Salah satu hal penting yang ditekankan dr. Diska adalah menghindari kebiasaan mengucek mata ketika terasa gatal, perih atau seperti kemasukan pasir.
Jika mata terpapar asap dan mulai terasa tidak nyaman, masyarakat dapat mencuci tangan terlebih dahulu kemudian membilas mata untuk membantu mengeluarkan partikel atau zat iritan.
Penggunaan air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Kompres dingin juga dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Namun, masyarakat diminta tidak sembarangan menggunakan obat tetes mata, terutama obat yang mengandung steroid atau antibiotik tanpa resep dokter.
Penggunaan tetes mata untuk menghilangkan mata merah secara terus-menerus juga tidak dianjurkan tanpa arahan tenaga medis.
“Masyarakat perlu menghindari mengucek mata, penggunaan tetes mata penghilang merah secara terus-menerus, serta penggunaan steroid atau antibiotik tanpa resep dokter,” tutur dr. Diska.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bahan tradisional yang belum terbukti aman untuk mata, seperti air sirih maupun ASI.
Kapan Harus ke Dokter?
Masyarakat diminta segera memeriksakan kondisi mata ke dokter apabila mengalami gejala serius, seperti nyeri mata hebat, penglihatan menurun dan tidak membaik setelah dibilas, mata sangat merah atau mengeluarkan kotoran kental.
Keluhan berupa mata sangat silau atau sensitif terhadap cahaya juga perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan medis dianjurkan apabila keluhan tidak membaik dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Pasien yang baru menjalani operasi mata maupun mengalami luka pada mata juga disarankan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan setelah terpapar kabut asap.
Melalui edukasi tersebut, RS M. Djamil mengajak masyarakat menjadikan perlindungan mata sebagai bagian dari kebiasaan ketika terjadi penurunan kualitas udara.
“Pantau ISPU setiap hari, lindungi mata saat keluar rumah, dan jangan dikucek. Kalau mata terpapar dan terasa tidak nyaman, bilas mata,” pesan dr. Diska.
