Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Mantapkan Persiapan Akreditasi 2027 Melalui Sosialisasi Perubahan Standar Rumah Sakit



Padang – RSUP Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan menggelar Sosialisasi Perubahan Standar Akreditasi Rumah Sakit sebagai langkah awal menghadapi survei akreditasi tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil, Senin (3/8/2026).

Sosialisasi yang diselenggarakan Komite Mutu RS M. Djamil ini diikuti jajaran direksi, kepala instalasi, kepala ruangan, komite, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh civitas hospitalia terhadap perubahan standar akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Medik dan Keperawatan sekaligus Ketua Akreditasi, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses penilaian berkala, melainkan upaya berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi kepada pasien.

"Perubahan standar akreditasi harus kita pahami bersama sejak dini. Persiapan tidak bisa dilakukan menjelang survei saja, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Melalui sosialisasi ini kami ingin seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama sehingga implementasi standar dapat berjalan secara optimal di setiap unit pelayanan," ujar dr. Dovy.

Ia menjelaskan, sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan sekaligus rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas layanan sesuai standar nasional maupun internasional. Karena itu, setiap perubahan regulasi dan standar akreditasi harus direspons dengan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta peningkatan mutu pelayanan secara berkesinambungan.

Menurut dr. Dovy, keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga implementasi nyata di lapangan. Hal tersebut mencakup pelayanan kepada pasien, penerapan keselamatan kerja, pengendalian infeksi, hingga koordinasi antartim dalam memberikan pelayanan terbaik.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan yang juga Ketua Akreditasi RS M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), mengatakan seluruh unit kerja harus memahami perubahan standar akreditasi secara menyeluruh agar tidak terjadi perbedaan interpretasi dalam pelaksanaannya.

"Akreditasi adalah instrumen untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien. Kami berharap setiap unit mulai melakukan penyesuaian terhadap perubahan standar, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, serta memperkuat koordinasi agar seluruh elemen rumah sakit siap menghadapi survei akreditasi tahun 2027," katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan akreditasi merupakan tanggung jawab seluruh insan rumah sakit, bukan hanya tim akreditasi. Setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung memiliki peran penting dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien dalam setiap aktivitas pelayanan.

Melalui sosialisasi ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang berharap seluruh pegawai memiliki pemahaman yang seragam terhadap perubahan standar akreditasi sehingga mampu mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien menjelang pelaksanaan survei akreditasi tahun 2027.