RS M. Djamil Peringati Hari Osteoporosis Sedunia
PADANG – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang. Bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Cabang Padang dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI), RS M. Djamil memperingati Hari Osteoporosis Sedunia melalui kegiatan senam osteoporosis dan edukasi kesehatan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai osteoporosis serta langkah-langkah pencegahannya.
Direktur Layanan Operasional RS M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, yang hadir secara virtual, menyampaikan bahwa peringatan Hari Osteoporosis Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Menurutnya, kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan, keluarga, komunitas, dan masyarakat.
“Rumah sakit tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pengobatan. Rumah sakit juga harus hadir untuk memberikan pengetahuan, membangun kesadaran, dan mendorong masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejalan dengan transformasi kesehatan, paradigma pelayanan perlu terus diarahkan pada upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya berfokus pada pengobatan ketika seseorang jatuh sakit.
Lebih lanjut, drg. Ade Palupi menjelaskan bahwa osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga dikenal sebagai silent disease.
Penurunan kepadatan dan kualitas tulang dapat terjadi tanpa disadari hingga meningkatkan risiko patah tulang, bahkan akibat benturan ringan maupun aktivitas sehari-hari.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga dapat memengaruhi kemandirian, kemampuan bergerak, dan kualitas hidup seseorang, terutama kelompok lanjut usia.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini, antara lain dengan memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang, mencukupi asupan kalsium dan vitamin D, rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, memperoleh paparan sinar matahari secara bijak, serta menghindari kebiasaan merokok.
Kegiatan senam osteoporosis dalam peringatan tersebut juga menjadi sarana edukasi praktis mengenai pentingnya olahraga untuk menjaga kekuatan otot, keseimbangan tubuh, dan kesehatan tulang sekaligus membantu mengurangi risiko jatuh.
RS M. Djamil berharap kolaborasi bersama PEROSI Cabang Padang dan PERWATUSI dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan edukasi kesehatan tulang yang berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, RS M. Djamil menegaskan komitmennya tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi juga berperan aktif dalam promosi kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
