Reservasi Jalan Nasional, PT. Rimbo Paraduan Utamakan Kualitas, Keselamatan dan Konektivitas Masyarakat
SUMATERA BARAT – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional melalui program reservasi ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian, Kabupaten Solok.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Rimbo Paraduan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp180,26 miliar. Kontrak proyek ditandatangani pada 16 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 746 hari kalender.
PT. Rimbo Paraduan berkomitmen, Pekerjaan ini mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan.
Sebagaimana infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga memastikan kondisi jalan tetap mantap dan berfungsi optimal sesuai umur rencana.
Selain itu, PT. Rimbo Paraduan mengedepankan pemeliharaan terpadu untuk memperbaiki kerusakan permukaan jalan. Tidak hanya fokus pada struktur pengerasan, tetapi juga menyasar pemeliharaan rutin yang krusial bagi keselamatan berkendara. Di antaranya pemotongan bahu jalan agar pandangan pengemudi tetap bebas dari penghalang, serta pembersihan drainase secara berkala.
Dengan kombinasi penanganan struktural dan pemeliharaan rutin yang konsisten, program reservasi jalan ini diharapkan dapat memperpanjang umur pakai infrastruktur transportasi serta menekan angka kecelakaan akibat jalan rusak.
Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.
Selain meningkatkan kualitas akses transportasi, proyek tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan masyarakat setempat.
Andi Sofiani, S.Sos., Camat Lembah Gumanti, Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui program reservasi jalan nasional tersebut.
Menurutnya, ruas jalan Di Nagari Air Dingin ini merupakan jalur utama menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Solok Selatan yang memiliki kerawanan terhadap bencana banjir dan longsor.
"Kami Pemerintah Kecamatan Lembah Gumanti sangat mendukung adanya kegiatan reservasi jalan ini, karena memberikan dampak nyata kepada masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun aspek lainnya," ungkap Andi Sofiani.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera menuntaskan persoalan pembebasan lahan yang berpotensi mempengaruhi kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"Kami berharap persoalan pembebasan lahan dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan reservasi jalan ini berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target," harapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh pengguna jalan. Muas'ril (43), salah seorang pengemudi yang hampir setiap hari melintasi jalur Lubuk Selasih–Surian, mengaku merasakan perubahan kondisi jalan setelah dilakukan penanganan.
Ia mengatakan, sebelumnya terdapat sejumlah titik jalan bergelombang akibat kondisi medan dan kerawanan longsor yang kerap menghambat perjalanan.
"Sebagai pengemudi, kondisi jalan adalah taruhan keselamatan dan efisiensi waktu kami. Sekarang, berkat perbaikan dan pelebaran yang terus dikerjakan, perjalanan menjadi jauh lebih aman dan stabil. Waktu tempuh juga bisa lebih efisien. Kami sangat berterima kasih," katanya.
Dirinya berharap kegiatan reservasi ini berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh pemerintah bersama pelaksana.
Pengawasan Mutu Jadi Perhatian
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, pengawasan kualitas pekerjaan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Satker PJN Wilayah II bersama PPK 2.5 memiliki peran dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
PPK 2.5 BPJN Sumatera Barat, Rai Fraja Nofvandro mengatakan, pekerjaan preservasi terus dipacu dengan mengedepankan kualitas konstruksi sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Bagi Rai, setiap pekerjaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.
"Preservasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi konektivitas wilayah. Karena itu setiap tahapan pekerjaan harus memenuhi standar teknis, mutu, dan keselamatan sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, demikian semangat yang terus dikedepankan dalam pelaksanaan proyek," ujar Rai
Meski demikian, pelaksanaan di lapangan tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, Rai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk memastikan kontraktor menerapkan manajemen lalu lintas yang baik, memasang rambu-rambu keselamatan secara memadai, serta menjaga kebersihan area proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Pengawasan yang konsisten diharapkan dapat menjaga kualitas hasil pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek berjalan efektif dan sesuai jadwal.






