Curah Hujan Ekstrem Ancam Lintas Tapan–Batas Jambi, Tim PPK 2.4 PJN II Sumbar Siaga Penuh 24 Jam di Titik Rawan
PADANG — Menghadapi anomali cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan tinggi yang melampaui ambang batas normal, jajaran Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatera Barat memperketat kesiagaan di lapangan. Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Sumbar siaga penuh 24 jam guna mengamankan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di ruas vital Tapan–Batas Jambi.
Kesiagaan ini dikerahkan menyusul berulangnya terjangan material lumpur dan longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional akibat labilitas struktur tanah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., saat dikonfirmasi di Padang, Minggu (1/11/2026), menegaskan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan pengerahan alat berat ke lokasi sesaat setelah laporan material longsor menutupi badan jalan diterima.
"Keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi logistik masyarakat adalah prioritas utama kami. Begitu laporan longsor masuk, tim reaksi cepat bersama armada wheel loader langsung digerakkan ke lokasi untuk membersihkan material dan memulihkan arus lalu lintas secepat mungkin," ujar Gina.
Analisis Teknis: Ancaman Alih Fungsi Lahan di KM 228+100
Berdasarkan hasil tinjauan dan analisis teknis lapangan yang dilakukan oleh tim teknik PPK 2.4 Sumbar, tingginya kerentanan longsor tebing atas di jalur tersebut erat kaitannya dengan faktor perubahan fungsi lahan (land-use change) secara masif di kawasan perbukitan penyangga.
Kawasan lereng yang semula berfungsi sebagai zona hijau dengan vegetasi berakar dalam penahan erosi, kini banyak beralih fungsi menjadi areal perkebunan. Salah satu titik krusial yang mendapat sorotan tajam berada di KM 228+100 ruas Tapan–Batas Jambi, di mana tutupan lahan di sekitar titik tersebut telah berubah menjadi perkebunan pisang.
Perubahan vegetasi ini berdampak langsung pada hilangnya kestabilan tanah (soil stabilization) dan kemampuan hidrologis akar dalam menyerap air. Akibatnya, setiap kali hujan deras dengan durasi panjang mengguyur, struktur tanah menjadi sangat jenuh (soil saturation), kehilangan kohesi, dan memicu longsoran lumpur yang tumpah ke badan jalan nasional.
Imbauan dan Mitigasi Dini untuk Masyarakat
Menyikapi siklus bencana yang berulang di tengah cuaca ekstrem saat ini, pihak PPK 2.4 PJN II Sumbar mengimbau masyarakat luas, khususnya para pemilik lahan di sepanjang jalur perbukitan, untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek daya dukung lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemilik lahan di sekitar tebing jalan nasional, untuk bersama-sama mempertimbangkan aspek risiko lingkungan. Mitigasi dini terhadap daya dukung lahan sangat krusial demi mencegah bencana susulan dan melindungi keselamatan bersama,” imbau Gina.
Hingga awal November 2026 ini, seluruh personel teknis dan armada pendukung PPK 2.4 Sumbar dipastikan tetap bersiaga di posko lapangan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan, demi memastikan infrastruktur jalan nasional di Sumatera Barat tetap berfungsi optimal melayani publik.(*)
