RS M. Djamil Gandeng Konsultan Pulmonologi Oman, Perkuat Layanan Paru Intervensi
PADANG — RS M. Djamil Padang memperkuat pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi melalui kolaborasi klinis internasional dengan tenaga ahli dari The Royal Hospital, Muscat, Oman. Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan Consultant in Interventional Pulmonology The Royal Hospital, Zulfikar Habibulla Mohammed Latheef, ke RS M. Djamil, Senin (28/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil itu menjadi bagian dari program berbagi pengetahuan dan kolaborasi klinis internasional untuk mendukung peningkatan kompetensi tim medis sekaligus pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi di rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, tim klinis RS M. Djamil mendapat kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai penanganan kasus-kasus kompleks, perkembangan prosedur terkini hingga keterampilan praktis dalam pelayanan Pulmonologi Intervensi.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan mutu pelayanan kesehatan.
“Pada hari ini, kita memulai Program Berbagi Pengetahuan dan Kolaborasi Klinis Internasional yang bertujuan untuk mendukung pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi di rumah sakit kami,” ujar dr. Maliana.
Menurutnya, program tersebut memberikan ruang bagi tim klinis untuk membahas kasus kompleks, mempelajari prosedur terkini serta meningkatkan keterampilan praktis yang dapat menunjang pelayanan kepada pasien.
Ia menegaskan, pengembangan layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan fasilitas dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia dengan kompetensi klinis yang kuat serta kemampuan bekerja secara kolaboratif.
“Tujuan kita sangat jelas, yaitu memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih aman bagi pasien. Untuk mewujudkan hal tersebut, kita membutuhkan kompetensi klinis yang kuat, kerja sama tim yang baik, serta komitmen yang berkelanjutan untuk terus belajar dan berkembang,” katanya.
Perkuat Kompetensi Tim Klinis
Dr. Maliana menyebutkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kunjungan tenaga ahli dari Oman diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi RS M. Djamil ke depan.
Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien sekaligus kapasitas dan kesiapan rumah sakit.
“Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah pengembangan layanan selanjutnya sesuai dengan kebutuhan pasien dan kapasitas rumah sakit,” lanjutnya.
Ia juga mendorong seluruh peserta untuk aktif memanfaatkan momentum kolaborasi tersebut melalui diskusi, tanya jawab dan pertukaran pengalaman.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang kita peroleh dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pasien dan rumah sakit kita,” tuturnya.
Kehadiran Zulfikar Habibulla Mohammed Latheef dari The Royal Hospital, Muscat, Oman, sekaligus memperluas jejaring profesional RS M. Djamil dengan institusi kesehatan internasional.
Menurut dr. Maliana, hubungan profesional tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi.
“Pertukaran pengalaman antara tenaga kesehatan RS M. Djamil dan praktisi klinis internasional diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan layanan kesehatan, khususnya di bidang Pulmonologi Intervensi,” ungkapnya.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pembelajaran berkelanjutan di lingkungan RS M. Djamil.
Interaksi langsung dengan tenaga ahli diharapkan memberikan perspektif baru bagi tim klinis terkait perkembangan Pulmonologi Intervensi sekaligus membantu mengidentifikasi peluang pengembangan layanan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan rumah sakit.
Kolaborasi internasional ini menjadi salah satu langkah RS M. Djamil dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan melalui jejaring profesional dengan institusi kesehatan di tingkat internasional.
“Saya berharap kunjungan ini dapat menjadi awal dari terjalinnya hubungan profesional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua tim, serta mendukung pengembangan layanan Pulmonologi Intervensi di masa yang akan datang,” tukas dr. Maliana.(*)
