RS M. Djamil Bekali Budaya Kerja dan Keselamatan Pelayanan Peserta Magang
PADANG – Sebanyak 78 peserta Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 mulai mengenal lingkungan kerja dan budaya pelayanan kesehatan di RS M. Djamil Padang.
Pembekalan tersebut diberikan melalui kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 24–25 September 2026, di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil.
Kegiatan orientasi tidak hanya diikuti peserta magang. Sebanyak 12 pegawai baru serta pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan juga turut mengikuti pembekalan sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan kerja di rumah sakit.
Asisten Manajer Pelatihan RS M. Djamil, Dr. Ns. Alfitri, M.Kep., Sp.MB, FISQua, CHAE, mengatakan LOI menjadi tahap awal yang penting bagi setiap individu sebelum menjalankan aktivitas di lingkungan rumah sakit.
“Layanan orientasi informasi ini merupakan proses awal untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang lingkungan RS M. Djamil, baik dari sisi organisasi, pelayanan, ketentuan yang berlaku maupun budaya kerja,” ujar Alfitri.
Menurutnya, lingkungan rumah sakit memiliki karakteristik pekerjaan yang berbeda dengan institusi lainnya. Setiap aktivitas berkaitan erat dengan pelayanan kepada pasien sehingga kedisiplinan, etika, komunikasi, keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.
“Dengan adanya orientasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami peran dan tanggung jawabnya selama berada di rumah sakit,” katanya.
Alfitri menjelaskan, peserta magang tidak hanya dituntut mengenal lingkungan fisik rumah sakit, tetapi juga memahami tata cara bersikap dan berkomunikasi selama berada di lingkungan pelayanan kesehatan.
Hal tersebut dinilai penting karena selama mengikuti program magang, peserta akan berinteraksi dengan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, tenaga administrasi, pegawai, hingga pasien dan keluarga pasien.
“Peserta harus memahami bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memiliki banyak aturan dan standar. Apa yang dilakukan oleh setiap orang di lingkungan rumah sakit dapat berhubungan dengan mutu dan keselamatan pelayanan. Karena itu, pemahaman sejak awal menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dalam kegiatan LOI tersebut, peserta memperoleh berbagai informasi yang menjadi bekal sebelum menjalankan aktivitas masing-masing. Materi diberikan untuk membantu peserta memahami lingkungan RS M. Djamil sekaligus menyesuaikan diri dengan sistem kerja yang berlaku.
Bagi 78 peserta Magang Kemnaker Batch 2, orientasi tersebut menjadi langkah awal untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja, khususnya di lingkungan pelayanan kesehatan.
Melalui program ini, peserta berkesempatan melihat secara langsung bagaimana rumah sakit menjalankan berbagai fungsi pelayanan sekaligus belajar mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ketentuan.
Selain peserta magang, 12 pegawai baru dan pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan juga memperoleh pembekalan mengenai lingkungan RS M. Djamil.
“Harapannya, setelah mengikuti LOI, peserta memiliki gambaran yang lebih jelas tentang rumah sakit, mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang perlu diperhatikan selama menjalankan aktivitas. Dengan pemahaman tersebut, proses adaptasi dapat berjalan dengan lebih baik,” pungkas Alfitri. (*)
