AKBP Rini Anggraini, Bantuan Sesederhana Apapun Dapat Memberikan Manfaat untuk Proses Pemulihan
SOLOK – Ramainya masyarakat yang datang menyaksikan kondisi kawasan terdampak galodo atau banjir bandang di Kabupaten Solok menjadi perhatian Polres Solok. Personel staf Polres Solok turun ke jalan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus mencegah kecelakaan akibat warga berhenti di pinggir jalan untuk melihat dan mengabadikan kondisi pascabencana.
Pengamanan tersebut dilakukan atas perintah Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.IK, menyusul banyaknya masyarakat yang datang untuk mengambil foto maupun video kawasan terdampak galodo.
Kehadiran warga di sepanjang ruas jalan perlu mendapat perhatian karena aktivitas mengambil gambar dapat membuat pengunjung tidak fokus terhadap kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila pengendara dan pengunjung sama-sama tidak memperhatikan situasi di sekitar.
Personel Polres Solok melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak berdiri terlalu dekat dengan badan jalan. Pengunjung juga diminta tetap memperhatikan kendaraan yang melintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan ketika berada di kawasan terdampak bencana.
Selain menjaga keselamatan, Rini mengajak masyarakat yang datang ke lokasi untuk tidak hanya menyaksikan atau mengabadikan kondisi galodo melalui kamera telepon seluler.
Ia mengajak warga turut membantu membersihkan sisa material bencana sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut Rini, bantuan sederhana dapat memberikan manfaat bagi proses pemulihan. Warga yang datang ke lokasi dapat ikut mengumpulkan sampah, lumpur, batu kecil maupun material ringan yang berserakan, kemudian membuangnya ke tempat yang telah disediakan.
"Kita bahu-membahu membantu korban bencana. Daripada kita hanya mengabadikan kejadian dengan mengambil foto, alangkah bergunanya satu genggam lumpur atau satu buah batu kecil kita bawa dan dibuang ke tempat yang disediakan," ujar Rini.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana. Menurutnya, gotong royong tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Sisa lumpur, batu, kayu dan sampah yang terbawa arus galodo masih ditemukan di sejumlah titik. Material tersebut dapat mengganggu akses jalan, lingkungan permukiman maupun aktivitas masyarakat apabila tidak segera dibersihkan.
"Daripada kita hanya mengambil foto, alangkah lebih berguna kalau satu sampah yang kita lihat kita kumpulkan. Sekecil apa pun bantuan kita, itu bisa membantu kebersihan dan meringankan beban warga yang terdampak," imbaunya.
Di sisi lain, personel Polres Solok tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Pengunjung diminta tidak memarkir kendaraan sembarangan atau berhenti terlalu lama di badan maupun bahu jalan.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki lokasi yang dinilai berbahaya serta tetap mengikuti arahan petugas, mengingat sejumlah kawasan masih terdapat material lumpur, batu dan kayu sisa galodo.
Pengaturan lalu lintas dan pengamanan masyarakat akan terus dilakukan selama aktivitas penanganan serta pembersihan pascagalodo masih berlangsung.
Polres Solok berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pemulihan dengan tetap menjaga keselamatan sekaligus ikut bergotong royong membersihkan lingkungan terdampak.
Dengan demikian, kehadiran masyarakat di lokasi bencana tidak hanya menjadi aktivitas melihat dan mendokumentasikan kondisi galodo, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang terdampak.
