Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Tingkatkan Kompetensi Perawat Kamar Bedah Lewat Pelatihan Perioperatif



PADANG – RS M. Djamil Padang kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan RI itu menggelar Pelatihan Penatalaksanaan Perioperatif Pasien di Kamar Bedah bagi Perawat secara virtual, Rabu (5/8/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas perawat kamar bedah agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, aman, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pelayanan bedah.

Kegiatan ini diikuti oleh perawat kamar bedah dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Program pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pembelajaran daring pada 5–19 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran luring pada 21 Agustus hingga 6 November 2026.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Pelatihan RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengatakan perawat kamar bedah memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin keselamatan pasien pada seluruh tahapan pelayanan perioperatif, mulai dari fase praoperatif, intraoperatif, hingga pascaoperatif.

Menurutnya, keberhasilan tindakan operasi tidak hanya bergantung pada kemampuan dokter bedah, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan dan kompetensi seluruh tim kesehatan, termasuk perawat yang mendampingi pasien selama proses pembedahan.

"Kompetensi yang baik tidak hanya ditentukan oleh pengalaman kerja, tetapi juga melalui pembelajaran yang terstruktur, berkesinambungan, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pelayanan bedah," ujar dr. Maliana.

Ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi medis menuntut tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui pengetahuan agar pelayanan yang diberikan tetap sesuai dengan standar keselamatan pasien.

Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan peserta, meningkatkan keterampilan teknis, serta menyamakan persepsi mengenai standar pelayanan perioperatif yang berorientasi pada keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan kolaborasi antarprofesi.

"Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadikan pelatihan ini bukan sekadar untuk memperoleh sertifikat, tetapi sebagai media memperkaya wawasan, berbagi pengalaman, berdiskusi secara aktif, serta membangun jejaring profesional," kata dr. Maliana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berkontribusi dalam memberikan materi dan berbagi pengalaman kepada para peserta. Menurutnya, dukungan para narasumber menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Melalui pelatihan ini, RS M. Djamil berharap kualitas pelayanan di kamar bedah semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien sesuai standar pelayanan kesehatan nasional.