Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kolaborasi RS M. Djamil, KSrelief, dan MWL Berakhir, 30 Anak Berhasil Jalani Operasi Jantung



Padang – Rumah Sakit M. Djamil Padang secara resmi menutup rangkaian Program Bakti Sosial dan Alih Teknologi (Proctorship) Kardiovaskular hasil kolaborasi bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) dan Muslim World League (MWL) melalui kegiatan exit meeting di Ruang Konferensi Instalasi Bedah Sentral, Kamis (30/7/2026) malam.

Program kemanusiaan yang berlangsung selama sepekan, sejak 25 hingga 30 Juli 2026, mencatat keberhasilan dengan terlaksananya 30 operasi bedah jantung pada pasien anak dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Selain memberikan layanan medis kepada pasien, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendampingan langsung dari tim dokter spesialis internasional.

Acara penutupan dihadiri Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, jajaran direksi, dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta 15 anggota tim medis KSrelief yang terlibat dalam pelaksanaan operasi dan program alih teknologi.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. Dovy Djanas, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut memberikan manfaat besar, baik dalam meningkatkan kualitas layanan bedah jantung anak maupun memperkuat kapasitas sumber daya manusia rumah sakit.

"Program ini tidak hanya menghadirkan harapan baru bagi puluhan anak Indonesia yang membutuhkan tindakan bedah jantung, tetapi juga memberikan kesempatan berharga bagi tenaga medis kami untuk belajar langsung dari para ahli internasional melalui proses alih teknologi," ujarnya.

Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut guna memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis nasional dalam menangani kasus-kasus kardiovaskular yang kompleks.

Sebagai bentuk apresiasi, Direksi RS M. Djamil menyerahkan cenderamata kepada 15 anggota tim medis KSrelief atas dedikasi dan kontribusi mereka selama pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Sementara itu, Ketua Tim Medis KSrelief, Prof. Zohair Al-Halees, mengapresiasi profesionalisme dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan seluruh jajaran RS M. Djamil selama program berlangsung.

Menurutnya, selain memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak dengan kelainan jantung bawaan, program ini menjadi momentum penting dalam membangun kapasitas tenaga kesehatan Indonesia melalui transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis.

"Kami sangat terkesan dengan dedikasi dan semangat belajar seluruh tim RS M. Djamil. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang dibagikan selama program ini dapat terus diterapkan sehingga semakin banyak anak yang memperoleh akses terhadap layanan bedah jantung yang aman dan berkualitas," kata Prof. Zohair.

Ia menambahkan, keberhasilan program merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang memiliki tujuan bersama, yakni menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan tindakan bedah jantung. Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi melalui pendidikan, pelatihan, dan pertukaran keahlian akan semakin memperkuat kemandirian rumah sakit dalam menangani kasus-kasus kardiovaskular di masa mendatang.