Alahan panjang - Program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia khususnya dalam bidang ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil positif di Lapas Kelas III Alahan Panjang.
Program tersebut merupakan langkah strategis yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, guna meningkatkan kualitas pelayanan, penguatan pengamanan, serta pembinaan di bidang pemasyarakatan dan keimigrasian.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Lapas Alahan Panjang, Harianto, memanfaatkan lahan di sekitar lingkungan kantor lapas untuk mendukung program ketahanan pangan dengan menanam berbagai jenis tanaman produktif seperti bawang merah, cabai, dan tanaman hortikultura lainnya.
Harianto mengatakan bahwa saat ini Lapas Kelas III Alahan Panjang telah berhasil melakukan panen bawang merah sebagai hasil nyata dari program ketahanan pangan yang dijalankan secara berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang produktif serta menumbuhkan semangat kerja dan kemandirian,” ujar Harianto.
Program tersebut merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imipas yang berfokus pada penguatan reformasi birokrasi, pemberantasan narkoba dan handphone ilegal di lapas dan rutan, peningkatan ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan, digitalisasi layanan, hingga penguatan integritas pegawai.
Dalam implementasinya, seluruh jajaran pemasyarakatan didorong untuk aktif mendukung program akselerasi melalui peningkatan disiplin kerja, pelayanan publik yang humanis, serta pembinaan warga binaan yang produktif dan mandiri. Salah satu fokus utama program ini adalah menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dari narkoba, serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui program ketahanan pangan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
