Padang – RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Barat. Pada Senin (27/4), rumah sakit tersebut bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi peserta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.
Sebanyak 66 dokter muda mengikuti kegiatan ini sebagai tahap awal sebelum menjalani masa kepaniteraan klinik. Orientasi ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan rumah sakit, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai, budaya kerja, serta pemahaman terhadap sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, menegaskan bahwa setiap dokter muda harus memahami peran strategisnya dalam sistem layanan kesehatan. “Mereka tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pelayanan yang terintegrasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir dr. Rauza Sukma Rita, dr. Irvan Medison, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, serta dr. Ilvilia Saptahani.
Sebagai rumah sakit pendidikan utama sekaligus rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil mengemban peran penting dalam mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Para dokter muda diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, serta memiliki orientasi pada patient-centered care atau pelayanan yang berpusat pada pasien.
Lebih lanjut, dr. Maliana menekankan tiga aspek penting selama masa kepaniteraan klinik, yaitu membangun budaya keselamatan pasien, menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas, serta memanfaatkan pembelajaran kolaboratif dalam praktik klinik.
Sementara itu, Sukri Rahman menambahkan bahwa selain kompetensi akademik dan keterampilan klinis, empati menjadi fondasi penting dalam profesi kedokteran. Menurutnya, seorang dokter harus mampu memahami kondisi psikologis, sosial, dan emosional pasien guna memberikan pelayanan yang humanis dan bermartabat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para dokter muda dapat menjalani proses pendidikan klinik secara optimal serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
