Padang - Langit Padang seolah tumpah tanpa jeda sejak Kamis malam. Puncaknya, pada Jumat sore (2/1), Sungai Batang Kuranji yang biasanya mengalir tenang berubah menjadi monster air yang keruh dan menderu. Dalam sekejap, Pasar Lalang Guo tenggelam; keceriaan perniagaan berganti menjadi kepanikan saat air setinggi pinggang dewasa mengunci langkah warga di dalam rumah-rumah mereka.
Di tengah kepungan air yang kian meninggi dan derasnya arus yang mengancam, puluhan personel Polresta Padang hadir menembus batas ketakutan. Tanpa menunggu peralatan canggih tiba, di bawah komando Kasat Reserse Narkoba, AKP Martadius, para petugas ini menjelma menjadi jembatan keselamatan.
Bertaruh Nyawa di Balik Pekatnya Banjir
Bukan sekadar menjalankan tugas, para personel gabungan ini merangsek masuk ke palung-palung air yang gelap. Dengan otot dan keberanian, mereka menyusuri gang-gang sempit yang kini menyerupai sungai jeram.
Aksi heroik terlihat saat petugas menggendong lansia yang menggigil dan mendekap erat anak-anak kecil di dada mereka agar tak tersentuh dinginnya air bah. Di satu sudut, seorang personel tampak berjuang melawan arus demi menyelamatkan seikat dokumen berharga milik warga—harta terakhir yang tersisa dari sebuah rumah yang nyaris tenggelam.
"Keselamatan nyawa adalah hukum tertinggi. Kami tidak akan kembali sebelum memastikan tak ada satu pun warga yang tertinggal dalam kegelapan banjir ini," tegas Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo.
Cahaya di Tengah Kelumpuhan
Pasar Lalang Guo yang biasanya riuh kini sunyi, hanya menyisakan suara deburan air. Namun, di tengah kelumpuhan total aktivitas warga, kehadiran polisi memberikan secercah harapan. Mereka tidak hanya menjadi evakuator, tetapi juga penjaga harta benda warga yang ditinggalkan mengungsi, memastikan bahwa di tengah musibah, tidak ada tangan-tangan jahil yang memanfaatkan keadaan.
Hingga malam merayap naik dan suhu udara kian menusuk tulang, seragam-seragam cokelat itu masih terlihat basah kuyup. Mereka berdiri di barisan terdepan, mengatur lalu lintas yang kacau dan berjaga di tepian sungai yang masih bergejolak.
Banjir mungkin telah merendam rumah dan harta benda, namun sore itu, di Kuranji, ketangguhan personel Polresta Padang membuktikan bahwa kemanusiaan selalu punya cara untuk tetap tegak, bahkan saat arus air berusaha menumbangkannya.
Penulis : Sukra Rahmat Putra
