Danau Kembar-Lintasinter.com - Polisi Sektor Danau Kembar Kabupaten Solok bersama Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kartu vaksin terhadap pengendara yang melintasi kawasan Danau Kembar, di depan Puskesmas Danau Kembar, Sabtu (20/11/21). 

Iptu Irhas Murad, SH selaku Kapolsek Danau Kembar mengatakan, Pengendara roda dua yang tidak bisa memperlihatkan bukti sertifikat vaksin, maka petugas langsung menganjurkan untuk melaksanakan vaksin yang telah disediakan. Itu semua dilakukan demi meningkatkan pencapaian vaksinasi sekaligus meningkatkan Herd Community (kekebalan kelompok) di Kecamatan Danau Kembar.

Kegiatan ini diutamakan pada masyarakat Danau Kembar, karena masyarakat yang mayoritas bertani dan perekonomian saat ini sedang sulit, membuat masyarakat sibuk dalam bekerja guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, sehingga susah meluangkan waktu untuk melaksanakan vaksinasi.

"Kegiatan ini dalam rangka percepatan pencapaian target Sumbar Sadar Vaksin di Kecamtan Danau Kembar. Selain itu mengingat kondisi dan keadaan masyarakat yang mayirotasnya bertani, pergi pagi pulang sore, sesampainya dirumah pasti sudah merasakan lelah dan membutuhkan istirahat yang cukup,"

"Karena itulah kami dari Polsek dan Puskesmas Danau Kembar melaksanakan vaksinasi ditempat-tempat strategis seperti Kantor Wali Nagari, Puskesmas dan Puskesri. Puskesmas Danau Kembar berada di tepi Jalan Lintas, maka kami berinisiatif untuk melaksanakan pengecakan sertifikat vaksin pengendara roda dua," pungkas Polsek Danau Kembar.



Dirinya menambahkan, Kegiatan vaksin setiap hari dilaksanakan di Danau Kembar. Selain itu dalam waktu dekat ini, Polsek, Puskesmas dan pemerintah selingkup Nagari Danau Kembar akan melaksanakan Sumdarsin di wilayah Danau Kembar. Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini, dapat meringankan dan membantu masyarakat untuk melaksanakan vaksin serta target vaksinasi kususnya di Danau Kembar tercapai, harap Iptu Irhas Murad.

Salah seorang pengendara Yulizar efendi menyambut baik kegiatan yang dilakukan  oleh Polsek Danau Kembar, sebab dengan kesibukannya bertani, ia tidak sempat untuk datang ke puskesmas atau ke tempat vaksin. Sehingga ia tidak bisa melakukan vaksin. Padahal ia sudah lama  merencanakan untuk laksanakan vaksinasi.(ZH)
 
Top