Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Dukung Asesmen LAM-PTKes Program Profesi Dokter FK Unand



PADANG — RS M. Djamil Padang kembali menunjukkan dukungannya terhadap peningkatan mutu pendidikan kedokteran melalui keterlibatan dalam Asesmen Lapangan Program Studi Profesi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Kamis (1/10/2026).

Asesmen lapangan tersebut merupakan salah satu tahapan dalam proses penilaian mutu Program Studi Profesi Pendidikan Dokter FK Unand. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, sumber daya, proses pembelajaran hingga dukungan fasilitas dan jejaring rumah sakit pendidikan.

Tim asesor LAM-PTKes dipimpin Dr. dr. Deddy Nur Wachid Achadiono, M.Kes., Sp.PD-KR, FINASIM, bersama Prof. Dr. Dra. Ria Kodariah, M.S., Dr. dr. Aila Karyus, M.Kes., Sp.KKLP, Dr. dr. Eva Rachmi, M.Kes., M.PdKed, serta dr. Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped)., Sp.A, Subsp.Kardio(K).

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan asesmen lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dokter berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

Menurut Dovy, keberadaan rumah sakit pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan proses pembentukan dokter yang kompeten dan profesional. Karena itu, asesmen juga menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk melakukan evaluasi terhadap dukungan pendidikan klinis yang selama ini diberikan.

“Bagi kami, asesmen lapangan ini bukan hanya sebuah proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai proses pendidikan yang selama ini telah berjalan,” ujar Dovy.

Ia menegaskan RS M. Djamil berkomitmen mendukung pendidikan kedokteran FK Unand melalui penyediaan lingkungan pembelajaran klinis yang mendukung mahasiswa dalam mencapai kompetensi sesuai tahapan pendidikan.

“RS M. Djamil berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan kedokteran, karena kami menyadari bahwa kualitas lulusan dokter sangat berkaitan dengan kualitas proses pendidikan dan pengalaman klinis yang mereka dapatkan,” katanya.

Dovy juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan. Menurutnya, pendidikan profesi dokter membutuhkan kolaborasi perguruan tinggi, rumah sakit, dosen, dokter pendidik klinis, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta unsur terkait lainnya.

“Pendidikan kedokteran tidak bisa berjalan sendiri. Ada perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dosen, dokter pendidik klinis, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan berbagai unsur lainnya yang harus bergerak dalam satu arah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., menyampaikan apresiasi terhadap dukungan RS M. Djamil dan RS Universitas Andalas dalam pelaksanaan pendidikan mahasiswa kedokteran.

Ia menilai kolaborasi rumah sakit dan institusi pendidikan merupakan bagian penting karena mahasiswa program profesi dokter membutuhkan rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, mengatakan asesmen lapangan menjadi momentum untuk melihat penyelenggaraan pendidikan secara lebih komprehensif sekaligus memperoleh masukan dari pihak eksternal.

“Pendidikan profesi dokter sangat membutuhkan dukungan dari rumah sakit pendidikan. Karena itu, sinergi antara fakultas dan rumah sakit harus terus diperkuat,” kata Sukri.

Ia menambahkan FK Unand terus berupaya menjaga mutu pendidikan profesi dokter, termasuk melalui penguatan proses pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, serta pelaksanaan pendidikan klinik di rumah sakit jejaring.

Pelaksanaan asesmen tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan yang konstruktif bagi FK Unand dan rumah sakit pendidikan dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pendidikan klinik bagi mahasiswa program profesi dokter.