Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polda Sumbar Gelar Simulasi Penanganan Ancaman Terorisme



PADANG — Polda Sumatera Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar simulasi penanganan ancaman terorisme di kawasan Stasiun Kereta Api Padang, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan latihan gabungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di fasilitas transportasi publik.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, kegiatan simulasi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna transportasi kereta api.

“Keamanan masyarakat di tempat umum bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder terkait,” kata Susmelawati dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).

Dalam simulasi tersebut, personel dari unsur terkait memperagakan sejumlah tahapan penanganan situasi darurat akibat ancaman aksi terorisme. Tahapan tersebut meliputi koordinasi dan pelaporan awal, pengamanan lokasi, pengendalian situasi, hingga proses evakuasi pelanggan dari area terdampak.

Simulasi juga mencakup penanganan lanjutan oleh personel khusus sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing.

Susmelawati menjelaskan, setiap tahapan latihan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan serta memastikan situasi tetap terkendali.

“Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, serta kebutuhan untuk menjaga situasi tetap terkendali sehingga potensi risiko terhadap pelanggan, petugas, maupun masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan KAI Divre II Sumbar dalam menyediakan lokasi, sarana, dan fasilitas pendukung turut menunjang kelancaran kegiatan.

“Dukungan ini sangat membantu kami, sehingga simulasi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Susmelawati.

Perkuat Koordinasi Antarinstansi

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan latihan bersama tersebut menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

“Dengan latihan bersama, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila menghadapi kondisi yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan,” ujar Reza.

Ia menambahkan, latihan gabungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi prosedur dan pola koordinasi yang telah dibangun.

Hasil evaluasi dari latihan, kata Reza, dapat menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat di lingkungan perkeretaapian.

Melalui sinergi antara operator transportasi, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya, penanganan potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Reza menegaskan KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan kereta api dengan mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan.

“Keamanan perjalanan kereta api dan keselamatan seluruh pelanggan maupun petugas senantiasa menjadi prioritas dalam penyelenggaraan transportasi kereta api di Sumatera Barat,” tegasnya.

Uji Kesiapan Menghadapi Kondisi Darurat

Simulasi tersebut tidak hanya menguji kesiapan teknis personel dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mengukur efektivitas komunikasi dan koordinasi lintas instansi.

Kesiapan tersebut dinilai penting karena penanganan kondisi darurat di fasilitas transportasi publik membutuhkan respons yang terintegrasi dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan pelanggan maupun petugas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi seluruh unsur yang terlibat untuk memastikan pemahaman terhadap tugas, fungsi, prosedur, serta mekanisme koordinasi apabila menghadapi kondisi darurat di area stasiun maupun dalam perjalanan kereta api.

Dengan latihan secara berkala dan koordinasi yang semakin kuat, Polda Sumbar dan KAI Divre II Sumbar berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi kereta api di Sumatera Barat. (*)