Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lapas Alahan Panjang Gelar Pelatihan Budidaya Sayuran Hidroponik



Alahan Panjang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. 

Melalui pelatihan ini, warga binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena metode hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode penanaman sayuran menggunakan lahan konvensional atau tanah.

“Berbagai keunggulan sayuran hidroponik antara lain dapat diterapkan di pekarangan yang sempit, lebih efisien dalam penggunaan air, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan waktu panen yang lebih singkat karena kebutuhan nutrisi, air, dan oksigen dapat tercukupi secara lebih akurat. Selain itu, tanaman hidroponik relatif bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah,” ujar Harianto.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan melalui pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan produktif setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Kelas III Alahan Panjang yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan yang diberikan melalui sinergitas pemerintah dan pihak Lapas.

“Program pembinaan ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya masyarakat di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti. Mayoritas penduduk di sini bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Ia berharap seluruh program pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh Lapas, baik di bidang pertanian, sosial maupun keagamaan, dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memberikan keterampilan yang produktif dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri serta berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.