Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M Djamil dan Dinkes Sumbar Perkuat Jejaring Pengendalian Infeksi dan Resistensi Antimikroba



PADANG — RSUP Dr. M. Djamil Padang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Barat mematangkan pelaksanaan pengampuan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) di rumah sakit jejaring se-Sumatera Barat.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengampuan PPI dan PRA yang digelar secara virtual, Selasa (29/9/2026). Rakor menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarrumah sakit sekaligus menyamakan pemahaman terkait pelaksanaan program PPI dan PRA.

Selain membahas mekanisme pengampuan, pertemuan tersebut juga menjadi persiapan pelaksanaan Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba di Rumah Sakit Jejaring yang akan digelar di RS M. Djamil pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan penguatan PPI dan PRA merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.

“Pengampuan PPI dan PRA ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Karena itu, diperlukan kesamaan pemahaman, koordinasi yang baik serta tindak lanjut yang jelas agar program ini dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Dovy.

Menurut Dovy, kegiatan pengampuan juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara RS M. Djamil sebagai rumah sakit pengampu dengan rumah sakit jejaring di Sumatera Barat.

Melalui jejaring tersebut, pengetahuan, pengalaman dan praktik baik terkait pencegahan serta pengendalian infeksi maupun pengendalian resistensi antimikroba dapat dibagikan dan diterapkan sesuai kondisi masing-masing rumah sakit.

“PPI dan PRA bukan hanya menjadi tanggung jawab satu rumah sakit, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami ingin membangun jejaring yang kuat sehingga pengetahuan, pengalaman dan praktik baik dapat dibagikan dan diterapkan di rumah sakit masing-masing,” katanya.

Dovy menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh koordinasi, tetapi juga komitmen manajemen masing-masing rumah sakit untuk memastikan hasil pembahasan dapat diterjemahkan menjadi program nyata.

Karena itu, hasil rakor diharapkan tidak berhenti pada forum koordinasi, melainkan dilanjutkan melalui implementasi, pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Kami berharap hasil koordinasi ini dapat ditindaklanjuti bersama. Apa yang dibahas dalam rakor harus dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di rumah sakit, sehingga penguatan PPI dan PRA benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut turut hadir jajaran direksi RS M. Djamil, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat dr. Aklima, MPH, Ketua Komite PPI, PRA dan FT RS M. Djamil Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, serta para direktur rumah sakit se-Sumatera Barat.

Siapkan Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba

Selain pengampuan PPI dan PRA, rakor juga membahas persiapan Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba di Rumah Sakit Jejaring yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di RS M. Djamil.

Simposium tersebut diharapkan menjadi forum bagi tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman, berbagi pengalaman serta membahas praktik pengendalian infeksi dan penggunaan antimikroba secara tepat.

Dovy mengajak seluruh rumah sakit di Sumatera Barat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh rumah sakit se-Sumatera Barat untuk ikut serta dalam Simposium Pengendalian Infeksi dan Antimikroba. Mari kita manfaatkan forum ini untuk belajar bersama, berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring, sehingga upaya pengendalian infeksi dan antimikroba di Sumatera Barat dapat semakin baik,” ajaknya.

Ia menambahkan, keterlibatan rumah sakit secara luas akan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengendalian infeksi dan resistensi antimikroba.

Dengan dukungan Dinkes Sumbar dan keterlibatan rumah sakit jejaring, RS M. Djamil berharap penguatan PPI dan PRA dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kita ingin membangun semangat bersama. Rumah sakit tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan jejaring yang kuat, kita bisa saling belajar dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan serta keselamatan pasien,” tutur Dovy.