Sertu Aprinol Imbau Warga Simpang Haru Tak Beraktivitas di Sungai Banda Bakali Saat Hujan
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan maupun hal-hal yang tidak diinginkan akibat meningkatnya debit dan derasnya arus sungai ketika hujan turun.
Sertu Aprinol menjelaskan, debit air Sungai Banda Bakali dapat mengalami kenaikan secara tiba-tiba. Kondisi tersebut membuat arus sungai menjadi lebih deras dan berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di sungai ketika hujan turun. Keselamatan harus menjadi prioritas, karena debit air dan arus sungai dapat berubah dengan cepat,” ujar Sertu Aprinol.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Anak-anak diharapkan tidak bermain di sekitar bantaran maupun aliran sungai untuk menghindari risiko terseret arus.
Selain memberikan imbauan, Sertu Aprinol mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat kewilayahan apabila melihat kondisi sungai yang berpotensi membahayakan atau terjadi perubahan debit air secara signifikan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Babinsa terhadap keselamatan masyarakat di wilayah binaan. Melalui komunikasi sosial dan imbauan secara langsung, diharapkan kesadaran warga terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar dapat terus meningkat.
Babinsa juga mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Simpang Haru untuk bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan hujan deras dan peningkatan debit air sungai.
