Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RS M. Djamil Dukung Pelatihan dan Bakti Sosial Katarak, Perkuat Layanan Mata di Sumbar



PADANG — RSUP Dr. M. Djamil Padang terus mendorong penguatan layanan kesehatan mata di Sumatera Barat melalui kolaborasi dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan RS M. Djamil dalam kegiatan Pelatihan Wetlab, Pendampingan Operasi, dan Bakti Sosial (Baksos) Katarak yang digelar di RS Mata Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan RS Mata Cicendo Bandung bekerja sama dengan RS Mata Sumatera Barat tersebut merupakan bagian dari upaya pengampuan layanan mata. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan mata yang berkualitas kepada masyarakat.

Pelatihan diikuti dokter spesialis mata dan perawat mata. Selain meningkatkan kapasitas serta keterampilan tenaga kesehatan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarrumah sakit dalam pengembangan layanan mata.

Melalui pengampuan dan pendampingan, layanan yang sebelumnya membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih tinggi diharapkan secara bertahap dapat dikembangkan di daerah.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Dovy berdiskusi dengan Direktur Utama RS Mata Cicendo Bandung, Dr. dr. Antonia Kartika, Sp.M(K), M.Kes.

Pertemuan tersebut turut didampingi Direktur RS Mata Sumatera Barat, Ns. Beniara Asmus, S.Kep, M.Kes. Diskusi membahas penguatan kolaborasi dan pengembangan layanan mata, termasuk strategi membangun jejaring rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mutu pelayanan.

Dovy mengatakan, penguatan layanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu rumah sakit saja. Kolaborasi dan pengampuan menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami di RS M. Djamil terus mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas di wilayahnya sendiri,” ujar Dovy.

Menurut Dovy, RS M. Djamil juga terus memperkuat layanan mata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelayanan rujukan di Sumatera Barat.

Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kompetensi, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan rumah sakit yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang layanan mata.

“RS M. Djamil akan terus mendukung penguatan layanan mata. Kita ingin membangun ekosistem pelayanan yang saling terhubung, sehingga rumah sakit tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi dan pengampuan, kemampuan layanan dapat terus ditingkatkan dan masyarakat memperoleh akses pelayanan yang semakin baik,” katanya.

Ia menilai pengembangan layanan mata memiliki arti penting karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata terus meningkat. Karena itu, peningkatan kemampuan tenaga medis dan keperawatan menjadi salah satu kunci untuk memastikan pelayanan diberikan secara aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan pasien.

Dovy menambahkan, pengampuan tidak hanya berkaitan dengan transfer kemampuan teknis. Lebih dari itu, pengampuan juga menjadi sarana membangun budaya kolaborasi, komunikasi, keselamatan pasien, serta peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan melakukan tindakan, tetapi juga bagaimana standar pelayanan, keselamatan pasien, dan mutu terus menjadi perhatian bersama. Harapannya, proses pengampuan ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas layanan mata di Sumatera Barat,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, RS M. Djamil berharap penguatan jejaring layanan mata dapat terus berkembang sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan mata yang aman, bermutu, dan berkualitas semakin luas di Sumatera Barat.