Peduli Generasi Muda, RS M. Djamil Dorong Pesera MagangHub Aktif Belajar dan Kembangkan Kompetensi
Sebanyak 168 peserta Magang Nasional Batch 1 mengikuti kegiatan Layanan Orientasi Informasi (LOI) yang digelar di Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil, Senin (10/8/2026).
Kegiatan orientasi berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Agustus 2026. LOI menjadi tahapan awal bagi peserta sebelum menjalankan kegiatan magang di berbagai unit kerja yang telah ditentukan di lingkungan RS M. Djamil.
Kegiatan tersebut dibuka Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dalam sambutannya, Dovy menekankan pentingnya orientasi sebagai bekal awal bagi peserta untuk memahami lingkungan kerja rumah sakit yang memiliki karakteristik khusus.
“Lingkungan rumah sakit memiliki berbagai profesi, pelayanan, sistem kerja, serta tuntutan terhadap disiplin, etika, keselamatan, kerahasiaan informasi, dan profesionalisme,” ujar Dovy.
Menurutnya, peserta magang perlu memahami bahwa kehadiran mereka di rumah sakit bukan sekadar untuk mendapatkan pengalaman kerja. Lebih dari itu, masa magang merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menuntut sikap, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Dovy mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama enam bulan tersebut untuk memperluas wawasan, mengenal budaya kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami mekanisme organisasi pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga integritas dan etika selama menjalankan kegiatan magang. Peserta diminta mematuhi seluruh ketentuan, tata tertib, serta kebijakan yang berlaku di lingkungan RS M. Djamil.
“Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh selama melaksanakan kegiatan,” tegasnya.
Selain itu, peserta diharapkan menjunjung tinggi kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati terhadap seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga nonkesehatan.
Dovy juga mendorong peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan belajar dari pengalaman selama berada di unit kerja masing-masing.
Menurutnya, Program Magang Nasional diharapkan memberikan manfaat timbal balik. Peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika dunia kerja di lingkungan pelayanan kesehatan, sementara RS M. Djamil mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perspektif baru dengan para peserta.
Dovy turut mengajak para pimpinan unit dan pembimbing magang memberikan arahan serta pendampingan secara optimal agar proses pembelajaran berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan program.
Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengingatkan peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti Program Magang Nasional tersebut.
Ia mengatakan, masa magang selama enam bulan dapat dimanfaatkan peserta untuk melihat dan mempelajari secara langsung proses kerja di lingkungan rumah sakit.
“Jangan hanya datang untuk menyelesaikan masa magang, tetapi gunakan setiap kesempatan untuk melihat, bertanya, memahami, dan mengambil pelajaran dari lingkungan kerja yang ditemui,” kata Maliana.
Menurutnya, setiap unit kerja memiliki proses dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, peserta diharapkan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta terbuka terhadap berbagai pengalaman baru.
“Setiap unit memiliki proses kerja dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, peserta harus aktif dan memiliki rasa ingin tahu. Apa yang dipelajari selama berada di sini diharapkan dapat menjadi bekal dan pengalaman yang bermanfaat untuk pengembangan diri ke depannya,” tuturnya.
Program Magang Nasional tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman kerja sekaligus membentuk karakter profesional peserta sebagai generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja di masa mendatang.
