RS M. Djamil Tingkatkan Literasi Kesehatan, Edukasi Pasien Kelola Gagal Jantung dengan Tepat
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan pada Rabu (29/7) berlangsung di ruang tunggu Poliklinik Jantung. Penyuluhan diikuti oleh pasien beserta keluarga yang sedang menunggu pelayanan kesehatan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan penyakit gagal jantung secara berkelanjutan.
Narasumber penyuluhan, Ns. Yoza Nofera, S.Kep., menyampaikan materi bertajuk "Pasien Gagal Jantung, Bagaimana Mengelolanya?". Ia menjelaskan bahwa gagal jantung merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang serta perubahan gaya hidup yang konsisten.
Menurutnya, keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh obat-obatan, tetapi juga kepatuhan pasien dalam menjalankan pola hidup sehat dan kemampuan mengenali perubahan kondisi tubuh sejak dini.
"Pasien gagal jantung harus disiplin menjalani pengobatan. Obat yang diberikan dokter berfungsi menjaga kerja jantung tetap optimal sehingga tidak boleh dihentikan sendiri meskipun kondisi sudah terasa membaik," ujar Yoza.
Selain kepatuhan terhadap pengobatan, pasien juga diimbau menerapkan pola makan rendah garam dan membatasi konsumsi cairan sesuai anjuran dokter. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penumpukan cairan yang dapat memperberat kerja jantung, memicu sesak napas, hingga menyebabkan pembengkakan pada tubuh.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memantau berat badan setiap hari. Kenaikan berat badan secara tiba-tiba dapat menjadi indikasi adanya penumpukan cairan sehingga pasien disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut.
Yoza turut mengingatkan pentingnya melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan dan rekomendasi dokter. Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan kualitas hidup pasien, selama dilakukan secara aman dan tidak berlebihan.
Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep zona kondisi gagal jantung yang terbagi menjadi zona hijau, kuning, dan merah. Melalui pemahaman tersebut, pasien diharapkan mampu mengenali kondisi kesehatannya sehingga dapat menentukan kapan cukup melakukan perawatan mandiri di rumah dan kapan harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Melalui kegiatan edukasi ini, RS M. Djamil berharap pasien dan keluarga memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola gagal jantung secara mandiri. Upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus menekan angka kekambuhan dan kebutuhan rawat inap di masa mendatang.
