RSUP Dr. M. Djamil Terus Tunjukkan Komitmen Penguatan Riset dan Hilirisasi Inovasi Kesehatan Nasional
RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset kesehatan dan mendorong hilirisasi hasil penelitian guna mendukung kemandirian kesehatan bangsa. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Jakarta, pada Jumat (12/6).
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melakukan audiensi dengan Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada Rabu (29/4), sekaligus menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara rumah sakit, perguruan tinggi, regulator, dan industri dalam pengembangan riset kesehatan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas memaparkan roadmap pengembangan riset yang tengah dibangun RSUP Dr. M. Djamil bersama perguruan tinggi mitra. Roadmap tersebut dirancang untuk menghasilkan berbagai inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian. Tetapi juga mampu dikembangkan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proses hilirisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan dukungan regulator memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara luas. Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan BPOM, terutama terkait interkoneksi dengan industri pada tahapan uji klinis, dukungan terhadap pengembangan dan pemanfaatan produk dalam negeri, serta dorongan kepada perguruan tinggi untuk mempercepat proses hilirisasi berbagai produk hasil penelitian.
“RSUP Dr. M. Djamil bersama perguruan tinggi memiliki komitmen kuat untuk membangun ekosistem riset yang terintegrasi. Dukungan BPOM sangat penting dalam mempercepat perjalanan hasil penelitian dari laboratorium menuju pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pengembangan produk kesehatan dalam negeri sekaligus mendorong kemandirian bangsa di sektor kesehatan,” ujar Dovy Djanas.
Menurutnya, sinergi antara rumah sakit pendidikan, perguruan tinggi, regulator, dan dunia industri merupakan kunci utama dalam menciptakan inovasi yang mampu bersaing dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil dan perguruan tinggi. Ia menilai berbagai inisiatif yang tengah dikembangkan memiliki potensi besar untuk memperkuat kapasitas riset nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk kesehatan dalam negeri.
“BPOM siap berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pengembangan riset yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil dan perguruan tinggi. Kami melihat adanya potensi besar yang perlu didorong bersama agar hasil-hasil penelitian dapat berkembang hingga tahap pemanfaatan yang lebih luas. Langkah selanjutnya adalah segera menyiapkan nota kesepahaman atau MoU sebagai landasan kerja sama yang lebih konkret,” kata Taruna Ikrar.
Ia menegaskan BPOM berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya percepatan hilirisasi hasil riset nasional melalui penguatan regulasi, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor yang mampu mempercepat lahirnya inovasi kesehatan karya anak bangsa.
“Pengembangan riset dan inovasi harus menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian kesehatan bangsa. BPOM siap menjadi mitra strategis dalam mendukung lahirnya produk-produk kesehatan unggulan dalam negeri yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya. (*)
