‎SURIAN, PANTAI CERMIN – Sebuah kecelakaan tunggal yang menimpa satu unit truk Mitsubishi Canter kuning bernomor polisi BA 8394 MU di Nagari Surian, Rabu (25/2) dini hari, menyingkap tabir gelap peredaran bahan bakar minyak (BBM) yang diduga ilegal di wilayah hukum Polres Solok.
‎Bukan sekadar kecelakaan biasa, peristiwa yang terjadi sekira pukul 05.30 WIB di Sapan Jorong Koto Tinggi ini menyeret dugaan keterlibatan oknum TNI dan menyisakan tanda tanya besar setelah barang bukti hangus terbakar saat proses evakuasi.
Muatan 3 Ton dari Payakumbuh
‎Truk yang datang dari arah Payakumbuh tersebut diketahui mengangkut sekitar 3 ton cairan yang diduga kuat merupakan BBM jenis Pertalite. Muatan tersebut tidak dibawa menggunakan tangki standar, melainkan disusun menggunakan drum plastik dan wadah tedmon, sebuah metode pengangkutan yang lazim ditemukan dalam praktik "penyulingan" atau penimbunan BBM ilegal.
Kronologi yang Janggal
‎Berdasarkan laporan di lapangan, personel Polsek Pantai Cermin menemukan truk dalam kondisi terbalik di sawah milik warga setempat. Di lokasi, petugas mengamankan seorang pria bernama Afrizal (45), warga Aceh Utara, yang mengaku sebagai kernet.
‎Namun, aroma pelarian tercium saat sopir utama, yang diidentifikasi dengan panggilan Betri, menghilang dari lokasi sesaat setelah kejadian. Tak hanya melarikan diri, Betri diduga membawa kabur STNK kendaraan, menyisakan Afrizal sendirian untuk menghadapi interogasi petugas.
Teka-teki Pemilik: Jejak Oknum Berinisial I

‎Hasil penelusuran awal memunculkan nama yang mengejutkan. Pemilik truk dan muatan 3 ton Pertalite tersebut diduga kuat adalah seorang oknum TNI berinisial I. Jika dugaan ini benar, maka kasus ini bukan sekadar pelanggaran niaga BBM, melainkan mencerminkan adanya bekingan kuat di balik distribusi bahan bakar tanpa izin yang melintasi antar-kota di Sumatera Barat.
Barang Bukti yang Hangus: Kecelakaan atau Kelalaian?
‎Keanehan memuncak pada pukul 19.00 WIB. Saat Unit Tipiter Polres Solok berusaha mengevakuasi armada dari persawahan, percikan api mendadak muncul saat mesin coba dihidupkan.
‎"Terjadi korsleting pada aki saat sopir menyalakan starter. Karena ada kebocoran pada drum plastik, api menyambar dengan cepat," tulis laporan kronologi tersebut.
‎Api baru berhasil dipadamkan empat jam kemudian dengan bantuan warga. Akibat insiden ini, sebagian besar barang bukti berupa Pertalite dan kondisi fisik truk hangus terbakar. Peristiwa kebakaran di tengah proses evakuasi oleh petugas ini kini menjadi sorotan; apakah murni kecelakaan teknis, ataukah sebuah upaya untuk menghilangkan jejak material barang bukti?
Langkah Hukum Selanjutnya
‎Saat ini, Afrizal telah diamankan di Mapolsek Pantai Cermin untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Masyarakat kini menunggu keberanian Polres Solok dan koordinasi dengan Denpom terkait untuk mengusut tuntas siapa sebenarnya "Aktor Intelektual" di balik pengiriman 3 ton BBM ini dan ke mana tujuan akhirnya.(Tim)
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post
 
Top