Sumbar - Keterbatasan fisik tidak menjadi penghambat untuk mewujudkan cita-cita. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perjuangan seorang Doktor tamatan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Namanya Dr. Agung Fainendo, S.Sos.I, M.Pd., seorang yang tunanetra yang sangat luar biasa dengan segudang prestasi. Agung merupakan anak ke dua dari dua bersaudara, pasangan suami istri Faisal Bukhari S.H, M.H dan Ir. Nin Patri Enati M.P.

Dr. Agung Fainendo  menjalani Ujian Terbuka disertasinya, Jumat (13/01/2023) di Aula Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Dia  merupakan Doktor tunanetra pertama tamatan UIN Imam Bonjol Padang.

Pada Ujian Terbuka ini Agung Fainendo  diuji oleh 7 orang penguji diantaranya; Prof. Dr. Firdaus, M.Ag, (Ketua Sidang), Dr. Muhammad Zalnur, M.Ag (Sekretaris), Prof.  Sufyarma Marsidin, M.Pd, Prof. Dr. Ahmad Sabri, M.Pd, Dr. Besral, M.Pd, Prof. Dr. Syafruddin Nurdin, M.Pd dan Prof.Dr. Zulmuqim,M.A.

Disertasi Agung Fainendo  mengangkat tema Pengelolaan Pembelajaran di SLB, dengan judul Manajemen Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Pembelajaran PAI di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Payakumbuh.

Menurut Agung Fainendo ada 4 poin penting yang dibutuhkan seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar dapat berkembang dan berhasil, yaitu; (1) Dukungan orangtua, (2) Penerimaan keberadaan mereka dari lingkungan, (3) Adanya pendekatan dari Lembaga Pendidikan formal, dan (4) Adanya pendekatan agama atau Tauhid.

Sewaktu menjawab pertanyaan dari tim penguji Agung Fainendo mengemukakan keinginannya yang kuat untuk penjadi Doktor Pendidikan bagi kaum disabilitas.

“Semoga dengan adanya disertasi ini akan menjadi Langkah awal untuk menggerakkan dan meningkatkan kualitas Pendidikan untuk anak-anak disabilitas”. Tuturnya.

Direktur Pascasarajana sekaligus ketua sidang, Prof. Dr. Firdaus, M.Ag., mewakili tim penguji memberikan pujian kepada Agung Fainendo yang telah berhasil menjawab setiap pertanyaan dari penguji dengan sangat brillian.
 
Top